Rinjani

Cerita Shafirra Aqilla Rachman, Siswa SD Asal Mataram Taklukan Rinjani di Usia 10 Tahun

Dengan ketangguhan mental dan fisiknya, Shafira berjuang mendaki gunung yang dilakukannya selama kurun waktu 3 hari 2  malam.

Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Idham Khalid
Dok. Istimewa
BOCAH PENAKLUK RINJANI - Shafirra Aqilla Rachman (10) merupakan siswa kelas 5 SD Integral Luqmanul Hakim Kota Mataram yang berhasil menaklukkan puncak tertinggi pulau Lombok yakni Gunung Rinjani. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, NTB - Shafirra Aqilla Rachman bocah asal Mataram berhasil menaklukan Rinjani di usianya yang masih 10 tahun.

Siswa kelas 5 SD Integral Luqmanul Hakim Kota Mataram itu berhasil menaklukkan puncak tertinggi pulau Lombok yakni Gunung Rinjani.

Dengan ketangguhan mental dan fisiknya, Shafira berjuang mendaki gunung yang dilakukannya selama kurun waktu 3 hari 2  malam.

Tak kenal lelah, meski pada saat mendaki Shafira tidak bersama dengan kedua orang tuanya, namun ia berhasil sampai ke punjak, skaligus ia juga berhasil menaklukkan jalur Later E di gunung Rinjani yang kerap memakan korban.

Belakangan diketahui, Shafira merupakan anak kedua dari Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Abd. Rachman.

Ia dikenal sebagai gadis tangguh, yang kerap melakukan hobi ekstrem, satu di antaranya yakni mendaki.

Meski demikian, pada umur 10 tahun ini, ia ingin menjawab tantangan untuk menaklukkan Rinjani untuk yang pertama kalinya.

Di tengah berita hangat seputar kecelakaan saat pendakian Rinjani bahkan tak menyurutkan semangat Shafira melangkahkan kakinya menuju puncak Rinjani.

Saat ditemui, Tribun Lombok.com, Ayah Shafira, Abd. Rachman menceritakan perjalanan gadis kecilnya ke Rinjani.

Shafira berangkat bersama dengan 3 orang temannya, dua diantaranya masih SMA sedang satu lainnya masih SMP.

Rasa cemas dan was-was sempat dirasakan Rachman saat anaknya pertama kali meminta izin untuk mendaki.

“Awal menyebutkan kata Rinjani saya sebagai ayah sudah cemas, apalagi saat itu sedang viral bule Brazil yang terjatuh, sempat saya mau melarang,” ucap Rachman, Senin (30/6/2025).

Meski begitu, Shafira dengan semangat membaranya berusaha meyakinkan ayahnya, hingga singkat waktu ia diizinkan, dengan satu syarat harus mengikuti apa yang menjadi arahan dari pemandu pendakiannya atau Tracking Organiser (TO) yang ditugaskan oleh sang ayah mendampingi.

Shafira berangkat pada Jumat 28 Juni 2025, pada saat pembukaan pertama setelah sebelumnya ditutup imbas terjatuhnya Julian Marins, warga negara asal Brasil.

Baca juga: Wisatawan di Pusuk Sembalun Resah dengan Tarif Parkit Tak Ada Karcis

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved