Jumat, 1 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Kuliner Lombok

Maik Meres Ares: Sayur Tradisional Lombok Berbahan Batang Pisang Muda

Ares adalah makanan khas Lombok yang dibuat dari batang pisang muda atau pelepah pisang yang belum berbuah.

Tayang:
Editor: Laelatunniam
ISTIMEWA
KULINER LOMBOK : Ares adalah sayur khas Lombok yang terbuat dari pelepah pisang muda yang dimasak dengan santan dan bumbu rempah. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Bagi wisatawan yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Lombok, nama Ares mungkin terdengar asing.

Namun, bagi masyarakat lokal, hidangan ini bukan sekadar makanan ia merupakan bagian penting dari tradisi dan warisan budaya Suku Sasak.

Ares adalah makanan khas Lombok yang dibuat dari batang pisang muda atau pelepah pisang yang belum berbuah.

Bahan utama ini kemudian dimasak dengan santan dan bumbu-bumbu rempah khas, seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, lengkuas, dan jahe.

Hasilnya adalah sayur dengan tekstur lembut, cita rasa gurih sedikit manis, serta aroma yang menggugah selera.

Biasanya, Ares disajikan dalam acara adat atau hajatan masyarakat Sasak, seperti pernikahan (begawe), khitanan, atau syukuran.

Namun kini, kelezatan Ares bisa dinikmati lebih luas karena sudah banyak rumah makan tradisional di Lombok yang menyajikannya sebagai menu andalan.

Selain keunikan rasa dan bahan dasarnya, Ares juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan, seperti membantu mengatur tekanan darah, mengatasi anemia, hingga menurunkan kolesterol.

Tak heran jika hidangan ini semakin diminati, baik oleh penduduk lokal maupun wisatawan.

Untuk kamu yang sedang merencanakan liburan ke Lombok, jangan lewatkan kesempatan mencicipi Ares.

Kuliner ini bukan hanya menggoda lidah, tapi juga memberi pengalaman budaya yang otentik dan tak terlupakan.

Kamu bisa menemukan Ares di warung makan khas Lombok atau bahkan mencoba membuatnya sendiri di rumah dengan berbagai resep yang tersedia.

Ares, bukti kecerdikan masyarakat Lombok dalam mengolah hasil alam menjadi sajian bernilai tinggi baik dari sisi rasa, gizi, maupun budaya.

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved