NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Kuliner Lombok

Perpaduan Gurih Kelapa dan Gula Merah dalam Sepiring Lupis Ketan yang Legit

Lupis terbuat dari ketan kenyal, disajikan dengan parutan kelapa dan siraman gula merah cair, serta aroma khas daun pisang.

Editor: Laelatunniam
TRIBUNLOMBOK.COM
JAJANAN TRADISIONAL - Lupis terbuat dari ketan kenyal, disajikan dengan parutan kelapa dan siraman gula merah cair, serta aroma khas daun pisang. Proses pembuatan melibatkan perendaman ketan dengan air kapur sirih, pembungkusan daun pisang, dan perebusan selama sekitar dua jam. 
Ringkasan Berita:
  • Lupis terbuat dari ketan kenyal, disajikan dengan parutan kelapa dan siraman gula merah cair, serta aroma khas daun pisang.
  • Proses pembuatan melibatkan perendaman ketan dengan air kapur sirih, pembungkusan daun pisang, dan perebusan selama sekitar dua jam.

TRIBUNLOMBOK.COM - Lupis telah lama dikenal sebagai salah satu kuliner tradisional Lombok yang tetap eksis di tengah gempuran jajanan modern.

Penganan ikonik berbentuk segitiga ini menawarkan kombinasi tekstur kenyal dari beras ketan, yang berpadu sempurna dengan siraman gula merah cair yang kental.

Keistimewaan lupis tidak hanya terletak pada rasanya yang legit, tetapi juga pada aroma khas daun pisang yang meresap ke dalam adonan selama proses pematangan.

Di berbagai wilayah di Lombok, lupis menjadi buruan utama karena rasanya yang enak dan harganya yang sangat terjangkau.

Dengan harga yang sangat ekonomis, yakni sekitar 500-1000 rupiah per buah, kualitas rasa dan tetap terjaga.

Biasanya, sepiring lupis disajikan dengan taburan parutan kelapa setengah tua yang memberikan sentuhan rasa gurih untuk menyeimbangkan manisnya saus gula merah.

Bagi mereka yang ingin menghadirkan kelezatan tradisional ini di dapur sendiri, proses pembuatannya sebenarnya cukup sederhana namun membutuhkan ketelatenan.

Rahasia kekenyalan lupis terletak pada penggunaan air kapur sirih yang dicampurkan ke dalam beras ketan yang sudah dicuci bersih.

Sebelum diolah, beras ketan tersebut harus direndam selama satu jam agar teksturnya lebih lembut saat matang nanti.

Teknik pembungkusan juga menjadi kunci estetika kue ini.

Daun pisang yang akan digunakan sebaiknya dijemur atau dipanaskan sebentar di atas api agar layu dan tidak mudah robek saat dibentuk menjadi kerucut.

Setiap bungkus biasanya diisi dengan tiga sendok makan beras ketan, lalu dilipat rapat hingga membentuk segitiga yang presisi sebelum disematkan.

Tahap pematangan memakan waktu yang cukup lama, yakni direbus dalam air mendidih selama kurang lebih dua jam hingga tekstur ketan benar-benar lunak dan menyatu. Setelah dingin, lupis baru boleh dikeluarkan dari balutan daunnya.

Proses penyajian akhir dilakukan dengan melumuri seluruh permukaan lupis dengan parutan kelapa yang telah diberi sedikit garam, kemudian diakhiri dengan kucuran lelehan gula merah yang memberikan tampilan mengkilap dan menggugah selera.

Sumber: Tribun Lombok
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved