Minggu, 3 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Ibadah Haji 2025

Indonesia Minta Tambahan Kuota Petugas Haji 2025 ke Arab Saudi

Adapun kuota petugas haji Indonesia untuk penyelenggaraan tahun 2025 hanya 2.210 orang.

Tayang:
Twitter @AlharamainSA
Jemaah haji dari seluruh dunia melakukan tawaf mengelilingi Kabah di Masjidil Haram, Makkah, Rabu (19/6/2024). Adapun kuota petugas haji Indonesia untuk penyelenggaraan tahun 2025 hanya 2.210 orang. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Pemerintah Indonesia meminta tambahan kuota petugasi haji pada penyelenggaraan tahun 2025. 

Hal itu dibahas Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menemui Menteri Haji dan Unrah Tawfiq F Al Rabiah dalam kunjungannya ke Arab Saudi

Nasaruddin menjelaskan alasan meminta tambahan kuota petugas haji

Antara lain karena jemaah Indonesia menunggu sangat lama untuk bisa ke tanah suci. 

Bahkan, sebagian besar di antaranya sudah Lansia sehingga membutuhkan pendampingan.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) pada Ditjen PHU, jemaah lansia dengan usia 65 tahun ke atas yang berhak melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2025 (sesuai urutan no porsi), jumlahnya lebih dari 42ribu. 

Baca juga: Biaya Haji 2025 yang Dibayar Jemaah Turun Tidak Sampai Rp1 Juta, Ini Rincian Lengkapnya!

Selain itu, ada sekitar 10 ribu kuota prioritas yang juga dialokasikan bagi jemaah lansia.

Adapun kuota petugas haji Indonesia saat ini hanya 2.210 orang.

"Bagaimana mungkin 400 orang atau 300 lebih, hanya dibimbing oleh tiga orang," ujar Nasaruddin dikutip dari laman resmi Kemenag.

Tak hanya itu, kriteria petugas pun disesuaikan dengan kelamin.

"Jadi harus ada. Ini poinnya yang laki-laki dan perempuan harus kita hitung kembali," sambungnya.

Apalagi belakangan beredar wacana pembatasan usia jemaah 90 tahun ke atas.

Menag berharap yang dijadikan patokan bukan usia, tapi syarat istithaah. 

Sebab, banyak juga jemaah dengan usia 90 tahun ke atas tapi kondisi fisiknya sehat dan mampu beraktivitas.

Kedua, Menag melobi Menhaj Saudi agar para petugas dibebaskan dari biaya masuk Masyair (Arafah-Muzdalifah-Mina). 

Ketentuan ini kabarnya akan diberlakukan Saudi pada musim haji 1446 H. 

"Kami sampaikan itu kalau bisa kita free of charge seperti tahun lalu," sebutnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved