Berita Mataram
BPBD Kota Mataram Target Pengadaan Safety Kawasan Pesisir Terlaksana pada 2025
Potensi bencana banjir rob hingga abrasi masih mengintai Kecamatan Ampenan hingga Kecamatan Sekarbela.
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Wahyu Widiyantoro
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram mencatat 9 kilometer garis pantai menjadi titik rawan bencana alam.
Potensi bencana banjir rob hingga abrasi masih mengintai Kecamatan Ampenan hingga Kecamatan Sekarbela.
Pelaksana Tugas (Plt) Kalak BPBD Kota Mataram, Irwan Rahadi mengatakan, pihaknya masih berupaya memasang sefety daerah pesisir.
Seperti pemasangan pemecah gelombang, papan peringatan dan lain sebagainya.
Dia mengakui, untuk pengadaan sefety daerah pesisir ini memerlukan anggaran yang tidak sedikit.
“Arahan pimpinan ini sedang berusaha semaksimal mencari jalan untuk memastikan area rawan lebih khusus lagi pada musim tertentu seperti angin barat atau rob yang terjadi saat ini,” ucap Irwan, Kamis (2/1/2025).
Baca juga: Pemkot Mataram Akan Bangun Huntara bagi Korban Abrasi Pantai Mapak Indah
Saat ini, kata dia, yang bisa dilakukan hanya memasang tanggul darurat guna melindungi masyarakat di wilayah pesisir yang dikategorikan awas.
Targetnya, pemasangan safety wilayah pesisir ini akan diselesaikan pada tahun 2025.
Saat ini ada tiga kelurahan yang dikategorikan awas bencana, di antaranya Bagek Kembar, Bintaro, dan Tanjung Karang.
“Karena memang pesisirnya agak rendah dan tidak dilindungi dengan pembatas,” jelasnya
Sejauh ini lanjut dia, jika dihitung dalam kurun waktu 2020-2024, setidaknya sepanjang 1 kilometer pantai dari 9 Kilometer garis pantai di Kota Ampenan sudah hilang tergerus abrasi.
“Akan tetapi seiring dengan adanya intervensi pusat dan kita intens melapor ke BNPB terhadap potensi kebencanaan," tandasnya.
(*)
| Kelangkaan LPG dan Antrean BBM di Mataram, Warga Mengeluh Kesulitan Stok |
|
|---|
| 15 SPPG yang Di-suspend di Mataram Harus Antre Urus SLHS |
|
|---|
| Siswi di Mataram Diduga Jadi Korban Perundungan, Orang Tua Tuntut Permintaan Maaf-Ketegasan Sekolah |
|
|---|
| Kedai Kopi di Mataram Dilahap Si Jago Merah, Kerugian Ditaksir Rp50 Juta |
|
|---|
| Pemkot Mataram Mulai Berhemat, Timang Opsi Pangkas Belanja Pegawai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Pelaksana-Tugas-Plt-Kalak-BPBD-Kota-Mataram-Irwan-Rahadi.jpg)