Universitas Muhammadiyah Mataram

Ummat Gelar The Gade Sociopreneurship Challenge 2024, Inovasi Generasi Muda untuk Masa Depan

UMMAT menggelar The Gade Sociopreneurship Challenge 2024 yang mengusung tema Young Generation Innovations Towards a Sustainable Future.

Editor: Laelatunniam
ISTIMEWA
Ummat menyelenggarakan The Gade Sociopreneurship Challenge 2024 yang mengusung tema Young Generation Innovations Towards a Sustainable Future. 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Fakultas Agama Islam (FAI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan ekonomi berbasis syariah, melalui penyelenggaraan The Gade Sociopreneurship Challenge 2024 yang mengusung tema Young Generation Innovations Towards a Sustainable Future.

Acara ini merupakan hasil kerjasama antara Program Studi Ekonomi Syariah UMMAT, Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), serta PT. Pegadaian (10/10/2024).

Acara yang bertujuan untuk mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif dan berwawasan sosial ini, dihadiri oleh berbagai kalangan akademisi, mahasiswa, serta perwakilan dari mitra strategis.

The Gade Sociopreneurship Challenge 2024 menawarkan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengajukan ide-ide bisnis kreatif yang tidak hanya berorientasi pada profit, namun juga memiliki dampak sosial positif.

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, MA., menekankan pentingnya peran ekonomi syariah dalam membangun tatanan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.

Ummat menyelenggarakan The Gade Sociopreneurship Challenge 2024 yang mengusung tema Young Generation Innovations Towards a Sustainable Future.
Ummat menyelenggarakan The Gade Sociopreneurship Challenge 2024 yang mengusung tema Young Generation Innovations Towards a Sustainable Future. (ISTIMEWA)

“Program Studi Ekonomi Syariah di FAI UMMAT adalah program studi yang masih tergolong baru, namun kami terus berupaya untuk memajukannya agar dapat melahirkan lulusan-lulusan yang siap berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia,” ungkap Abdul Wahab.

Ia juga menambahkan bahwa kerjasama ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menguatkan sinergi antara dunia pendidikan dan industri.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya cakap dalam dunia bisnis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu-isu sosial dan lingkungan,” tambahnya.

Pimpinan Wilayah PT. Pegadaian Wilayah Bali Nusra, Deputi Bisnis Pegadaian Kantor Area Denpasar 1, Agus Setiawan, menegaskan bahwa Pegadaian memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Menurutnya, Pegadaian tidak hanya menyediakan layanan keuangan berbasis syariah tetapi juga memfasilitasi pembentukan outlet syariah yang melayani kebutuhan masyarakat lintas agama.

"Pegadaian sangat dekat dengan dunia Islam dan ekonomi syariah. Kami memiliki divisi syariah yang khusus menangani pembiayaan berdasarkan prinsip-prinsip syariah.Ini bukan hanya untuk umat Muslim, tapi juga untuk seluruh masyarakat dari berbagai latar belakang agama. Kami percaya ekonomi syariah bisa menjadi solusi universal," ujarnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi talkshow yang dipandu oleh Zaenafi Ariani, SE., ME., seorang dosen Ekonomi Syariah di UMMAT.

Sesi ini menghadirkan diskusi menarik mengenai bagaimana inovasi generasi muda dapat berperan penting dalam menciptakan solusi-solusi kreatif yang mampu menghadapi tantangan global, terutama terkait dengan isu-isu sosial dan lingkungan.

Talkshow ini memberikan wawasan kepada para peserta tentang pentingnya menjadi wirausahawan sosial (sociopreneur) yang tidak hanya fokus pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan dampak positif terhadap masyarakat dan lingkungan.

Para peserta didorong untuk mengembangkan ide-ide yang dapat membantu menciptakan masa depan yang berkelanjutan, sejalan dengan prinsip ekonomi syariah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved