Wisata Lombok
3 Tempat Wisata di Lombok yang Wajib Dikunjungi: Mulai dari Gili Sudak Hingga Lembah Datu
Berikut review 3 tempat wisata di Lombok Tengah dan Lombok Barat yang wajib kamu kunjungi: Mulai dari Gili Sudak Hingga Lembah Datu.
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Irsan Yamananda
TRIBUNLOMBOK.COM - Lombok merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. Pesona yang ditawarkan beragam, mulai dari pantai hingga pegunungan.
Oleh karena itu, tak salah jika Lombok kerap jadi masuk daftar impian para wisatawan untuk berkunjung dan berlibur di sana.
Berikut 3 tempat wisata yang wajib kamu kunjungi apabila memutuskan untuk berwisata di daerah Lombok Tengah dan Lombok Barat.
3 Tempat Wisata di Lombok Tengah yang Wajib Dikunjungi: Mulai dari Gili Sudak Hingga Lembah Datu
1. Mengintip Indahnya Gili Sudak, Tempat Wisata yang Menarik Dikunjungi
"Jangan Ke Lombok Nanti tidak mau pulang," kalimat yang biasa terlontar ketika melihat keindahan Pulau Lombok.
Keindahan pulau yang dijuluki Pulau Seribu Masjid ini seolah-olah tidak membuat siapa saja yang berkunjung enggan pulang, bila sudah menginjakkan kaki di pulau ini.
Buktinya pulau ini menjadi destinasi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara, karena pulau ini banyak menyimpan objek wisata yang dikatakan serpihan surga. Pulau ini kaya dengan wisata alamnya, seperti pegunungan, pantai, gugusan gili, wisata religi, hingga sport tourism.
Baca juga: Wisata Gili Sunut, Sensasi Berjalan di Tengah Lautan hingga Keindahan Bukit Ilalang

Salah satunya adalah Gili Sudak yang berada di Pulau Lombok di bagian barat yang tidak kalah indahnya dengan Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air.
Gili Sudak merupakan gili yang terletak di Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Gili ini termasuk gili yang menjadi tempat wisata yang sangat direkomendasikan, karena gili ini bisa menghipnotis mata wisatawan dengan memanjakan pemandangan laut, sunset pada sore harinya dan sunrise pada pagi harinya.
Selain itu juga Gili ini memberikan kenyamanan untuk wisatawan, seperti air pantai nya yang sangat tenang, dengan pasir putihnya yang begitu menawan.
Jika Tribuners ingin berwisata kesini, cukup menyebrang lewat Dusun Medang, Desa Sekotong Barat, dengan menggunakan perahu dengan tarif Rp20.000, namun jika ingin trip tiga gili yaitu Gili Nanggu, Gili Sudak dan Gili Kedis tarifnya sekitar Rp300.000
Menurut seorang wisatawan manca negara Daniel Ricciardo (48), ia mengakui keindangan gili ini.
"Sangat indah dan memukau dan tarifnya juga murah,"terangnya.
Baca juga: 7 Aktivitas Wisata yang Wajib Dicoba saat ke Gili Trawangan

Tempat ini baik untuk memancing, snorkeling melihat ikan di dasar laut, lengkap dengan pemandangan terumbu karang yang sangat asri memanjakan hasrat untuk berenang menikmati.
Sensasi malamnya di Gili Subak juga membuat hati Tribuners semakin betah dengan melihat lampu Kota Tua Ampenan dan di selingi lampu kapal yang menyeberang ke Pulau Bali.
Kalau mau kesini sebaiknya membawa keluarga ataupun teman-teman, dengan menginap di villa ataupun berkemah di pinggir pantai agar semuanya dapat menikmati sensasinya.
2. Wisata Pasar Kuliner Aby Cinta di Lombok Tengah: Spot Sunset dan Pemandangan Latar Belakang Rinjani

Wisata Pasar Kuliner Aby Cinta terletak di tepi sawah di Dusun Kembang Kerang, Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah menjadi primadona baru.
Nama pasar ini terbilang cukup unik. Pasalnya, kata Aby Cinta ini diambil dari sapaan akrab almarhum Ketua Karang Taruna Desa Aik Darek, yakni Islahudin.
Sebelumnya pasar kuliner ini bernama "Mikir Free Day Damai Kampungku" namun berubah seminggu setelah acara pembukaan pasar atas permintaan almarhum.
Para pengelola pun sangat menerima usulan tersebut untuk mengenang pengabdian almarhum selama memperjuangkan pasar kuliner.
Baca juga: Diresmikan 2021, Sentra Kuliner Terara di Lombok Timur Mati Suri
Sosok Islahudin dinilai banyak berkontribusi dalam perencanaan pasar dan suksesnya yang juga berdampak sampai hari ini.
Tempat wisata kuliner di pinggir sawah ini digagas para remaja Masjid Al Mujahidin Kembang Kerang untuk memberikan ruang kepada Ibu-ibu di kampung mereka agar dapat berjualan.
Pengelola sengaja mendesain dengan nuansa alam. Suasana persawahan menjadi alternatif untuk melepas penat.
Selain itu, para pengunjung juga dapat menikmati makanan sembari melihat hamparan tanaman padi menjadi daya tarik sendiri.
Pengunjung yang datang di sore hari akan disuguhkan oleh pemandangan sunset yang sangat luas.
Bila di pagi hari, pengunjung akan diperlihatkan indahnya sunrise.
Baca juga: 4 Wisata Desa Lambu Bima: Pantai Pasir Putih, Kuliner Seafood, Air Terjun, Hingga Hutan Sejuk
Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah menjelaskan, sebelum pihaknya berburu makanan di pasar kuliner Aby Cinta dirinya melakukan halal bihalal di Masjid Al Mujahidin.
Nursiah bersyukur banyak hadir tokoh masyarakat, tokoh pemuda, remaja masjid dan lainnya.
Dalam kesempatan ini disampaikan soal keberadaan Pasar Kuliner Aby Cinta.
"Alhamdulillah hari ini bisa hadir. Kita bergabung dengan keluarga Kembang Kerang dengan menampakkan kehebatan, kemampuan, keterampilannya untuk menghasilkan kuliner beranekaragam. Dari ujung utara pasar sampai ujung selatan," jelas HM Nursiah.
Mantan Sekda Lombok Tengah ini mengungkapkan, pasar kuliner ini menjadi minat masyarakat termasuk wisatawan, sehingga Pemkab Lombok Tengah akan menjadikannya design perencanaan ke depan.
Mulai dari lokasi, sumber daya manusia, dan sarana infrastruktur yang dibutuhkan.
Pihaknya memastikan, Pemkab Lombok Tengah berkomitmen untuk ditingkatkan kualitas ke depan.
Ia memberikan apresiasi dan terima kasih kepada tokoh Pemda Lombok Tengah Utara sekaligus Direktur PDAM Lombok Tengah yang telah aktif membantu program Pemkab termasuk pasar kuliner Aby Cinta.
"Pemkab Lombok Tengah berkomitmen meningkatkan dan membantu para UMKM. Luar biasa pak Direktur Utama (Dirut) PDAM Lombok Tengah juga. Selalu aktif membantu program Pemda termasuk Pasar Kuliner Aby Cinta," pungkas HM Nursiah.
Sementara itu Tokoh Pemuda Lombok Tengah Utara Bambang Supratomo menjelaskan, inisiatif ini merupakan wajah baru pemuda saat ini.
Ia melihat kegiatan mereka bukan hanya melakukan kegiatan soal keagamaan saja.
Namun mereka juga mempunyai spirit untuk berkontribusi menghidupkan perekonomian masyarakat dengan menggerakkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di kampungnya.
"Ini baru berjalan kurang 3 bulan. Ternyata inisiatif ini tidak sia-sia. Respon masyarakat ternyata hidup dengan kegiatan ini. Dan ini sangat berdampak bagi ekonomi masyarakat," ujar Bambang.
"Pasar kuliner Aby Cinta ini ramai dikunjungi karena mampu menawarkan sejumlah keunikan yang jarang didapati di tempat lain. Dan ini tidak dilakukan pada bulan puasa saja. Tapi pada hari biasa juga kita lakukan pada minggu pagi seperti car free day," ungkapnya.
Baca juga: Omah Cobek Resto, Restoran Estetik di Lombok dengan Suasana Natural dan Menu Kuliner Khas
Sementara itu, Ketua Remaja Masjid remaja masjid Al Mujahidin Kembang Kerang Ahmad Syahredi Ramdhani mengatakan, pasar kuliner Aby Cinta ini dibuka pada tanggal 4 Februari 2024.
"Tujuan kami membuat pasar ini untuk memberi dampak positif dan meningkatkan ekonomi bagi masyarakat," katanya.
Selain itu, ustaz muda asal Kembang Kerang ini menjelaskan, inisiatif ini dilakukan untu k meningkatkan kreativitas para pemuda di kampungnya.
Dana yang dihasilkan dari retribusi pasar ini juga ia sumbangkan ke masjid sebagai uang kas para remaja.
"Kami menarik retribusi kepada pedagang itu seikhlasnya saja. Kami gunakan uang itu sebagai uang kas kami," bebernya.
Ahmad mengatakan jumlah UMKM yang berdagang di sana sudah mencapai sebanyak 46 orang. Mereka menjual beraneka ragam kuliner.
"Pasar ini buka setiap Minggu pagi mulai pukul 06.00 – 09.00 WITA. Sedangkan bulan Ramadhan kemarin buka setiap sore pada pukul jam 16.00 – 18:00 WITA," katanya.
Menurutnya, jarak ke pasar ini dari Kota Praya hanya menghabiskan waktu sekitar 15 menit saja. Sedangkan dari Kota Mataram hanya 20 menit.
3. Destinasi Wisata Lembah Datu Lombok Tengah, Serunya Berkemah di Tengah Hutan
Hanya sekitar 2 kilometer (km) dari kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) Rarung, Lembah Datu siap menjadi destinasi baru para pecinta outdoors.
Destinasi wisata hidden gem (permata tersembunyi) ini terletak tepat di tengah hutan Gelogor, Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah.
Berada di lahan seluas 50 are, di atas Lembah Datu, lengkap dengan pemandangan persawahan, sungai, tebing, perbukitan dan Gunung Rinjani.
Lembah Datu juga memiliki Camping Ground dengan daya tampung mencapai 80 tenda. Hal ini tentunya menjadi tambahan yang sempurna dari trend berkemah di Pulau Lombok.
Baca juga: Warga Lombok Timur Khawatir Mata Air Lemor Mulai Menyusut
Tidak hanya menawarkan pemandangan yang mengagumkan, Lembah Datu Camping Ground juga menawarkan sejumlah aktivitas menarik.
Mulai dari Jungle Walk, Cooking Class, River Walk, dan bahkan Rappelling buat yang ingin mencoba adu nyali menaklukan tebing Lembah Datu dengan ketinggian sekitar 45 meter dengan tingkat kemiringan mencapai 50 derajat.
Pengelola Lembah Datu Camping Ground Halki menjelaskan, kehadiran Lembah Datu tidak hanya sebagai pilihan tambahan bagi pecinta kemah, tetapi juga sebagai tempat untuk belajar mengenal alam dan mengetahui tata cara bermain di alam.

"Karena itu, kegiatan kegiatan yang kita tawarkan disini basisnya adalah edukasi. Termasuk kegiatan cooking class, dimana para peserta kita libatkan secara langsung untuk mencari bahan," terang Halki.
Lebih lanjut Halki menjelaskan, kegiatan Rappelling yang ditawarkan adalah sebagai kegiatan tambahan bagi Camper atau peserta kemah yang memiliki nyali ekstra. Peralatan lengkap disediakan bagi yang ingin mencobanya.
Memiliki topografi berupa perbukitan dengan titik tertinggi berada pada elevasi 395 mdpl, Lembah Datu langsung menghadap lembah dengan baris persawahan yang tertata rapi.
Ditengahnya mengalir sebuah sungai dengan air sangat jernih yang bersumber langsung dari alam.
Kepala Dusun Gelogor Rohim menjelaskan, kehadiran Lembah Datu Camping Ground memberikan semangat baru bagi masyarakat sekitar untuk turut serta meramaikan Pariwisata NTB, khususnya sebagai destinasi wisata alam.
"Semenjak Lembah Datu diresmikan pada 10 Januari 2024, masyarakat yang telah lama terisolasi dan dilabeli sebagai dusun pinggir hutan dengan akses minim menjadi lebih terbuka dan antusias menyambut perubahan. Mereka bahkan secara sukarela turut bergotong royong membuka jalan menuju ke lokasi perkemahanperkemahan," ujar Kadus Gelogor.
Dusun Gelogor dahulunya berada di dalam kawasan Desa Sedau dan berjarak hanya 3 km dari lokasi Masjid Kuno Sedau Lauk yang merupakan wilayah administratif Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah.
Jadi selain berkemah dan berpetualang di alam, Lembah Datu Camping Ground juga menawarkan kegiatan napak tilas sejarah dengan mengunjungi lokasi tempat keberadaan Pondok Datu dan berziarah ke Makam Baloq Sinaom.
Akses menuju Lokasi adalah melalui Pertigaan Pemepek ke arah Masjid Kuno Sedau, kemudian lurus menuju SMKN 1 Pringgarata di dusun Cerorong.
Dari sini, pengunjung dapat memilih jalan di depan SMKN 1 Pringgarata kemudian lurus hingga sampai ke pertigaan, lalu belok kanan menuju dusun Gelogor, atau dari pertigaan SMK mengambil jalur kanan menuju ke MA Aliyah Madhinawa Jeruk Manis, kemudian belok kiri menuju dusun Gelogor.
Untuk mempermudah pengunjung, pihak pengelola juga telah mendaftarkan Lokasi Lembah Datu di Google Maps.
(TribunLombok/ Rozy Anwar dan Sinto)
5 Tempat Wisata di Lombok Timur yang Wajib Dikunjungi: Rinjani Waterpark Hingga Kebun Coklat Bebidas |
![]() |
---|
Komunitas BBL Touring Ride to The East Bima NTB 2024 untuk Promosi Wisata Lombok-Sumbawa |
![]() |
---|
Dapat Dukungan Kemenparekraf, Pemda Lombok Timur Siap Kembangkan Wisata Cemara Siu Sembalun |
![]() |
---|
11 Janji Mo-BJS Jika Terpilih di Pilkada Sumbawa, Sejahterakan Petani hingga Pengelolaan Wisata |
![]() |
---|
Wisata Petik Stroberi di Sembalun Makin Diminati, Tiket Rp 20 Ribu Makan Sepuasnya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.