Tel Aviv Dihujani Rudal Balistik Iran: Kronologi Lengkap, Penyebab, Dampak Hingga Tanggapan Israel

Iran hujani Tel Aviv dengan rudal balistik, simak kronologi lengkap, penyebab serangan, tanggapan para pemimpin dunia hingga respons pihak Israel.

Penulis: Irsan Yamananda | Editor: Irsan Yamananda
Mehr News
Iran menyerang Israel dengan ratusan rudal pada Selasa malam, (1/10/2024). Koresponden Urusan Luar Negeri dan Pertahanan untuk jaringan televisi Public Broadcasting Service (PBS), Nick Schifrin, melaporkan insiden di mana roket Iran menghantam tepat di luar markas besar Mossad di Israel. Iran hujani Tel Aviv dengan rudal balistik, simak kronologi lengkap, penyebab serangan, tanggapan para pemimpin dunia hingga respons pihak Israel. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Iran telah melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel, dengan menembakkan rentetan rudal ke negara itu dalam eskalasi terbaru di tengah meningkatnya kekerasan dan ketegangan selama berminggu-minggu di kawasan tersebut.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka menembakkan rudal ke Israel sebagai tanggapan atas serangan mematikan Israel terhadap orang-orang di Gaza dan Lebanon, serta pembunuhan para pemimpin IRGC, Hamas, dan Hizbullah seperti dikutip dari AlJazeera.

Alarm berbunyi di Israel pada Selasa malam saat rudal jatuh di kota-kota besar.

Israel dan sekutu utamanya, Amerika Serikat, mengatakan militer masing-masing bekerja sama untuk menembak jatuh sebagian besar dari hampir 200 proyektil yang ditembakkan oleh Iran.

Tentara Israel mengatakan hanya "sedikit" serangan yang tercatat di bagian tengah dan selatan negara itu sementara dua orang terluka akibat pecahan peluru yang jatuh di daerah Tel Aviv, menurut layanan darurat Israel.

Berikut ini yang kami ketahui tentang serangan itu, konteks yang lebih luas, dan apa yang mungkin terjadi selanjutnya.

Kronologi Lengkap Serangan Iran kepada Israel

Rincian pasti operasi Iran masih belum jelas, tetapi Garda Revolusi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa rudal tersebut ditujukan ke "target militer dan keamanan vital" di Israel.

Garda Revolusi kemudian mengatakan bahwa serangannya ditujukan secara khusus ke tiga pangkalan militer di wilayah Tel Aviv.

Serangan itu, yang disertai dengan serangan siber skala besar, juga menggunakan rudal balistik hipersonik Fatah baru milik Iran untuk pertama kalinya, menurut media pemerintah Iran.

Militer Israel mengatakan telah mencegat "sejumlah besar" dari 180 rudal balistik yang diluncurkan oleh Iran, tetapi ada dampak "terisolasi" di Israel tengah dan selatan.

Garda Revolusi mengatakan bahwa 90 persen proyektil yang ditembakkan mengenai sasarannya.

Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan militer Amerika "berkoordinasi erat" dengan mitranya dari Israel untuk menembak jatuh proyektil tersebut.

"Kapal perusak angkatan laut AS bergabung dengan unit pertahanan udara Israel dalam menembakkan pencegat untuk menembak jatuh rudal yang datang," kata Sullivan kepada wartawan di Gedung Putih.

Baca juga: Wanita di Palestina, Digeret hingga Ditabrak Tank Tentara Israel

Sullivan mengatakan tidak ada kematian yang dilaporkan di Israel: "Singkatnya, berdasarkan apa yang kita ketahui saat ini, serangan ini tampaknya telah dikalahkan dan tidak efektif," katanya.

Alasan di Balik Serangan Iran Terhadap Israel

IRGC mengatakan serangan hari Selasa itu merupakan tanggapan atas pembunuhan Hassan Nasrallah, kepala kelompok Hizbullah Lebanon, dan komandan IRGC Abbas Nilforoushan minggu lalu di Beirut, serta pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran pada bulan Juli.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved