Inovasi Teknologi Pendidikan dan Efektivitas Pembelajaran
Teori belajar dan teknologi pendidikan memiliki korelasi dalam pengaplikasian pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan murid
Oleh: Herman Habibi, S.Pd.,M.Pd.
Fase revolusi industri telah berjalan sekian lama dan telah mencapai tahap ke empat. Fase revolusi industri mengubah wajah masyarakat dunia secara fundamental.
Dimulai dengan Revolusi Industri Pertama pada akhir abad ke-18, mesin uap menggantikan produksi tangan dengan produksi mesin di pabrik, memicu perubahan besar dalam cara barang diproduksi.
Revolusi Industri Kedua, pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, membawa teknologi listrik, garis perakitan, dan produksi massal, mengubah paradigma produksi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Perubahan berikutnya, Revolusi Industri Ketiga, terjadi di pertengahan abad ke-20, membawa gelombang digital dengan munculnya komputer dan internet.
Fenomena ini mempercepat globalisasi, menghubungkan orang-orang di seluruh dunia, dan mempengaruhi cara kita bekerja dan berkomunikasi.
Sekarang, kita berada di tengah Revolusi Industri Keempat, di mana teknologi seperti kecerdasan buatan, Internet of Things, dan robotika sedang mengubah segala aspek kehidupan kita, mulai dari produksi hingga interaksi sosial.
Setiap fase ini membawa perubahan besar yang mempengaruhi struktur sosial, ekonomi, dan budaya, dan menandai loncatan besar dalam evolusi manusia.
Konsep teknologi pendidikan terus berkembang seiring dengan perkembangan tuntutan dunia pendidikan. Pengertian ini telah mendorong upaya peningkatan kualitas pembelajaran karena telah menuntut pemanfaatan tiap metode dan medium komunikasi secara efektif untuk membantu pengembangan potensi pembelajar secara maksimal.
Kemudian definisi teknologi pendidikan menurut Silber (1970) adalah “Teknologi pembelajaran adalah pengembangan (riset, desain, produksi, evaluasi, dukungan pasokan, pemanfaatan) komponen sistem pembelajaran. Definisi ini berupaya semakin memperkokoh teknologi pembelajaran sebagai suatu bidang dan profesi, yang tentunya perlu didukung oleh landasan teori dan praktek yang kokoh.
Definisi ini juga berusaha menyempurnakan wilayah atau kawasan bidang kegiatan dari teknologi pembelajaran. Di samping itu, definisi ini berusaha menekankan pentingnya proses dan produk.
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama dalam bidang pendidikan, psikologi dan komunikasi-informasi, teknologi pendidikan (TP) sebagai bidang ilmu juga semakin berkembang.
Eksistensi atau keberadaan teknologi dalam ruang lingkup pendidikan tentu berada pada posisi yang cukup strategi, dalam hal ini teknologi berperan sebagai suatu metode, alat bantu ataupun sebuah system yang senantiasa memberikan jalan kemudahan terhadap dua pelaku pendidikan, yakni antara guru dan juga peserta didik, bahkan jika terus dikembangkan akan mampu merambah pada sebuah system kurikulum di sebuah lembaga pendidikan.
Dengan adanya Teknologi dalam
pelaksanaan pendidikan, dapat memberikan gebrakan dan dorongan kemajuan terhadap suatu pendidikan itu sendiri, dimana proses berjalanya kegiatan belajar akan lebih terfasilitasi juga tercover secara menyeluruh oleh Teknologi.
Permasalahan pendidikan di Indonesia pun-juga dapat teratasi dengan adanya Teknologi Pendidikan, kita pahami bersama akan keragaman suku, ras maupun budaya di Indonesia yang menyebabkan multi-kultur dalam pelaksanaan pendidikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Herman-Habibi.jpg)