Berita NTB

Dua Wisatawan Portugal Lepas Tukik di Pantai Nipah, Terkesima dan Belum Pernah Melihat Penyu

Portugal memiliki ombak deras dan suhu air lebih dingin dibanding perairan di Pasifik semacam Pulau Lombok, Indonesia.

Penulis: Jimmy Sucipto | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
TRIBUNLOMBOK.COM/JIMMY SUCIPTO
Wisatawan asal Portugal, Monika (kanan) dan Diogo (kiri) di Pantai Nipah seusai kegiatan pelepasan tukik dan Coastal Clean Up 2023 oleh PT Pertamina Patra Niaga Sabtu (10/6/2023). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK UTARA - Dua wisatawan asal Portugal, Monika dan Diogo terkesima dengan keindahan alam serta biota laut asli Indonesia, khususnya di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berasal dari Benua Eropa, Monika dan Diogo mengaku belum pernah melihat penyu secara langsung.

Hal tersebut dikarenakan, Portugal memiliki ombak deras dan suhu air lebih dingin dibanding perairan di Pasifik semacam Pulau Lombok, Indonesia.

"Kita berkeliling dunia sejak bulan Desember lalu. Ini pertama kalinya kita melihat penyu," jawabnya di Pantai Nipah, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (10/6/2023) di acara Coastal Clean Up dan pelepasan tukik PT Pertamina Patra Niaga.

Baca juga: PT PLN Persero dan DLHK Provinsi NTB Melakukan Penanam Pohon dan Melepas 35 Ekor Tukik

Masih kata Monika, dirinya mengaku mendapatkan pengalaman terbaik saat mengunjungi Pulau Lombok, khususnya saat proses pengumpulan telur penyu dan pelepasan tukik.

"Memastikan semuanya selamat adalah sangat luar biasa," ujar Monika.

Diogo, pasangan dari Monika mengaku, seluruh dunia seharusnya mencontoh proyek penakaran tukik seperti milik Turtle Conservation Comunity (TCC) Nipah.

Selain menjaga lingkungan, juga menjaga biota laut seperti penyu yang kerap menjadi sasaran untuk konsumsi dan perdagangan.

Baca juga: Wisata Edukasi Budi Daya Tukik Sukses, Wagub NTB: Kebersihan Juga Diperhatikan

Diogo juga meminta jika masyarakat yang melintas di Pantai Nipah, meluangkan waktu untuk menyapa petugas sekitar dan tukik yang masih kecil.

"Karena mereka akan belajar banyak dan lebih menghormati laut," ungkapnya.

Ketika ditanyakan sudah berapa lama mengikuti kegiatan di Pantai Nipah, Diogo dan Monika mengaku sudah dua hari mengamati tukik yang ada.

"Di Lombok kita akan diam selama dua Minggu. Tapi tidak tahu berapa lama di TCC. Tapi kami akan berkeliling Lombok," ujar Monika.

Meski mengisyarakatkan meninggalkan Pantai Nipah, Diogo dan Monika berencana akan kembali ke Pantai Nipah sebelum bertolak ke Portugal.

"Kita berencana akan kembali ke sini untuk membantu. Tapi kita tidak memiliki spesifik waktu. Kita datang membantu dan menemukan orang dan kita diam di sini untuk sementara waktu," tandas Monika dan Diogo.

Sebagai informasi, Diogo dan Monika mengikuti pelepasan tukik sebanyak 100 ekor.

Tukik tersebut telah diteluri oleh induknya sekira 45 hingga 75 hari yang lalu, hingga menetas dan dilepaskan ke laut.

 

Bergabung dengan Grup Telegram TribunLombok.com untuk update informasi terkini: https://t.me/tribunlombok.

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved