Festival Tambora Dompu Dihapus Dari Kalender Event Nasional, Dewan: Pak Gubernur di Mana?

Kabar Festival Tambora dicabut dari Kalender Event Nasional Kemenparekraf RI, direspons Ketua Komisi 1 DPRD Dompu Muttakun.

Penulis: Atina | Editor: Sirtupillaili
Tribunlombok.com/Setya Krisna Sumarga
KALDERA TAMBORA - Penampakan kaldera raksasa Gunung Tambora berdiameter 7 kilometer, dilihat dari puncak timur gunung. Puncak ini bisa dicapai lewat jalur pendakian Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, DOMPU - Kabar Festival Tambora dicabut dari Kalender Event Nasional Kemenparekraf RI, direspons Ketua Komisi 1 DPRD Dompu Muttakun.

“Saya tidak mencari kambing hitam. Hanya muncul pertanyaan dari hati saya, di mana peran pak Gubernur NTB,” sentil Muttakun saat diwawancara via ponsel.

Kalender Event Nasional menurut Muttakun, menjadi agenda rutin pemerintah pusat dalam hal ini Kemenparekraf RI.

Ketika Festival Tambora menghilang dari agenda, maka ia mempertanyakan peran Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.

"Karena menjadi wakil pemerintah pusat, sebagaimana penjelasan dalam PP 33 tahun 2018 tentang Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat," bebernya.

Baca juga: Heboh Festival Tambora Dihapus dari Kalender Event Nusantara Kemenparekraf RI

Sebagai wakil rakyat lanjutnya, ia ingin mengetahui dan menelusuri terkait tidak diakomodirnya lagi Festival Tambora.

Dia menegaskan, wadah yang paling baik untuk mendapatkan informasi ini adalah, melalui RDP di DPRD dengan mengundang pihak-pihak terkait.

Ia memastikan, akan segera diusulkan kepada Pimpinan DPRD untuk melaksanakan RDP terkait hilangnya Festival Tambora dari agenda nasional.

“Saya sudah usulkan secara resmi agenda RDP pada Pimpinan DPRD. Ini masalah serius, jadi harus ditelusuri mengapa Festival Tambora menghilang dari agenda nasional," pungkasnya.

Pada berita sebelumnya, Festival Tambora dikabarkan dicoret dari Kalender Event Nasional Kemenparekraf RI.

Meski belum ada surat resmi, tapi Sekda Kabupaten Dompu mengaku, kabar tersebut sudah beredar pada kalangan tertentu.

Pemerintah Dompu pun memastikan, Festival Tambora akan tetap digelar karena juga menjadi event kalender di Dompu, karena bersamaan dengan peringatan HUT Kabupaten Dompu.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved