Sejumlah Anggota DPRD Lobar Diperiksa Kejari Mataram: Dugaan Kasus Korupsi Bibit Sapi 2020
Kasus dugaan penyimpangan bantuan bibit sapi masih terus berlanjut, kini penyidik terus mendalami peran dari anggota DPRD Lombok Barat.
Penulis: Jimmy Sucipto | Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram, terus mendalami peran dari anggota DPRD Lombok Barat, terkait kasus dugaan penyimpangan bantuan bibit sapi.
Bahkan informasi yang dihimpun TribunLombok.com, sudah ada beberapa anggota dewan yang diperiksa perihal kasus tesebut dan proses pemeriksaan ke anggota DPRD lainnya juga terus dilakukan.
"Sudah ada beberapa anggota DPRD yang kita periksa dalam kasus ini dan kami masih terus melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap anggota DPRD yang lain," terang Kasi Intel Kejari Mataram Ida Bagus Putu Widnyana, Kamis (17/11/2022).
Hanya saja untuk jumlah anggota DPRD yang sudah diperiksa, dia tidak mengetahui secara pasti jumlahnya.
Begitu juga halnya dengan identitas dan dari fraksi mana anggota DPRD yang telah diperiksa itu.
Baca juga: DPRD KSB Bentuk Pansus Pembahasan Enam Raperda Usulan
Dikatakannya, saat ini progres penanganan terhadap perkara tersebut sudah mencapai 65 persen.
Penyidik juga masih terus merampungkan pemeriksaan saksi yang jumlahnya cukup banyak.
Sebab masih banyak kelompok penerima yang belum dilakukan pemeriksaan.
Penyidik juga masih menunggu hasil audit Inspektorat Provinsi dalam kasus dimaksud.
“Audit dan pemeriksaan saksi kita lakukan bersamaan supaya bisa tuntas,” sebutnya.
Disinggung terkait potensi kerugian negara dalam kasus tersebut, dia enggan memberikan informasi lebih lanjut.
Meski demikian, penanganan perkaranya tetap terus berposes termasuk menunggu hasil audit Inspektorat.
Baca juga: Mori Hanafi Ungkap Siasat di Balik Penyusunan APBD NTB 2023, Minta Sektor Belanja Daerah Dirinci
Karena yang dikhawatirkan ada perbedaan hasil audit yang dikeluarkan internal Kejaksaan dengan hasil audit Inspektorat nantinya.
“Kalau potensi kerugian negaranya sudah ada tinggal kita menunggu finalnya saja dari Inspektorat,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/sapi-pasar-hewan-lombok-tengah.jpg)