Berita Kota Bima

Meja dan Kursi di Ruang Kerja Wali Kota Bima Diambil, Dewan: Memalukan dan Mencoreng Marwah!

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bima murka, setelah mengetahui kursi dan meja di ruang kerja Wali Kota Bima diambil.

Penulis: Atina | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
TRIBUNLOMBOK.COM/ATINA
Meja dan Kursi di Ruang Kerja Wali Kota Bima Diambil, Dewan : Memalukan dan Mencoreng Marwah Pemerintah! - Sofa dan meja kerja yang dikeluarkan dari ruang kerja Wali Kota Bima, Rabu kemarin. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bima murka, setelah mengetahui kursi dan meja di ruang kerja Wali Kota Bima diambil.

Tidak menerima hal tersebut, dua komisi yakni komisi 1 dan II langsung mendatangi kantor Pemerintah Kota Bima dan melihat langsung kondisi ruang kerja Wali kota.

Dalam kunjungan tersebut, terlihat Ketua Komisi 1 Irfan dan Ketua Komisi II Taufik HA Karim, terlihat marah dan melontarkan kata-kata tegas dengan suara tinggi.

"Kantor ini simbol pemerintah, negara. Bukan sembarangan diobrak-abrik oleh oknum seperti kemarin," kata Taufik dengan nada lantang, Kamis (20/10/2022).

Baca juga: Joki Cilik Jatuh dari Punggung Kuda Diduga Milik Gubernur NTB Saat Event Wali Kota Bima Cup

Ia juga mengatakan, keberadaan Kabag Umum dan Kabag lainnya yang ada di sekitar ruang kerja wali kota , menjadi percuma karena membiarkan orang mengambil barang dari ruang kerja pimpinan daerah.

"Kami ingin memastikan, benar tidak informasi yang kami terima dari media massa sejak kemarin," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi 1 Irfan mempertanyakan dasar hukum pengambilan barang oleh oknum ASN di ruang kerja wali kota.

"Pertanyaannya, apa dasarnya oknum ASN bisa mengambil perlengkapan yang ada dalam ruang kerja Wali Kota Bima," tanyanya dengan nada tinggi.

Baca juga: Kader PAN Sentil Sekda Soal Konsultasi Pemberhentian Wakil Wali Kota Bima ke Pemrov NTB

Ia juga menyentil sikap wali kota dan sekda, yang ternyata berada di tempat ketika kursi dan meja diambil.

"Lalu Kenapa bagian umum membiarkan, oknum ASN bisa menitipkan barangnya di ruang kerja Wali Kota Bima selama 4 tahun. Apa benar, oknum ASN membeli barang tersebut dengan uang pribadi?" kata Irfan.

Ia pun kemudian menantang Pemerintah Kota Bima, menguji SPJ tahun 2018 ke 2019 saat transisi kepala daerah saat itu.

"Saya selaku partai pengusung pasangan Lutfi-Feri sangat kecewa," sesal Irfan, yang juga ketua DPC PKB Kota Bima.

Dalam kunjungan ini, juga dihadiri anggota dari dua komisi tersebut, di antaranya Rini Anggraini, Yogi Prima Ramadhan, M Irfan dan Asnah Madilau.

Sementara dari pihak Pemerintah Kota Bima, hanya terlihat Kabag Prokopim Kota Bima Iskandar Zulkarnain dan perwakilan dari Bagian Umum.

Pada berita sebelumnya, Rabu (19/10/2022) tiba-tiba seseorang yang mengaku sebagai Kuasa Hukum mantan bendahara di Pemkot Bima mengambil dan mengeluarkan sofa dan meja di ruang kerja wali kota.

Bahkan kedatangannya disertai dengan surat pengambilan barang , yang diklaim milik pribadi kliennya tersebut.

Kejadian ini viral dan memantik respons negatif dari warga Kota Bima, termasuk anggota dewan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved