PMI Asal Dompu yang Dianiaya, Kini Diduga Disandera Majikan

Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) berinisial BK diduga dalam penyanderaan majikannya di Arab Saudi.

Penulis: Atina | Editor: Sirtupillaili
Kompas.com/Alwi
Ilustrasi seorang korban perdagangan buruh migran menunjukan dokumen KTP-nya yang dipalsukan. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, DOMPU - Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) berinisial BK diduga dalam penyanderaan majikannya di Arab Saudi.

Dugaan ini muncul setelah orang tua BK, sempat berkomunikasi dengan gadis berusia 24 tahun tersebut melalui telepon seluler majikannya.

Namun kini, nomor tersebut sudah tidak bisa dihubungi lagi dan kondisi BK tak diketahui.

"Kami sempat berbicara melalui handphone majikan, dia masih di rumah majikannya. Sekarang nomor majikannya itu sudah gak aktif lagi," ungkap orang tua BK, Syamsurizal saat menghubungi sejumlah wartawan, Selasa (13/9/2022).

Syamsurizal mengungkap, dalam komunikasi terakhir yang dilakukan, Berliyanti mengaku tidak diizinkan pulang kembali ke tanah air, sebelum perjanjian kontrak kerja berakhir.

Baca juga: PMI Asal Dompu Diduga Disiksa Majikan, Disnakertrans : Keberadaan Korban Sedang Dicari

Padahal lanjutnya, gaji yang diterima BK tidak sesuai dengan yang tertera dalam kontrak.

Awalnya, BK akan mendapatkan gaji Rp 8 juta per bulan.

Akan tetapi realitanya, anak sulung mereka itu hanya digaji Rp 3 juta per bulan.

"Anak saya ini korban perdagangan manusia," ujarnya.

Dugaan BK menjadi korban perdagangan manusia menguat ketika pihak keluarga peroleh cerita jika BK telah dijual oknum calo asal Dompu dengan harga Rp 150 juta.

Kini sudah nyaris satu bulan sejak kasus ini mencuat, pihak keluarga tidak mengetahui lagi kondisi dan keberadaan BK.

Pihak keluarga pun tidak mendapatkan kabar apapun dari Disnaker Dompu atau pun dari BP2MI.

"Padahal kami sudah secara online dan offline," aku Syamsurizal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved