Berita Mataram

Sejumlah Jurnalis di Mataram Diintimidasi karena Beritakan Dugaan Penimbunan BBM

Kejadian tersebut mendapat sorotan dari Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram, Muhamad Kasim.

Penulis: Lalu Helmi | Editor: Dion DB Putra
ISTIMEWA/KIRIMAN WARGA
Warga menghadang truk merah yang diduga menimbun BBM jenis Solar di SPBU Meninting, Lombok Barat, Rabu (31/8/2022). 

Sementara itu, Haris Mahtul mengaku berkali-kali mendapat telepon yang bersifat intimidasi.

Dia diminta menghapus berita dan tidak menindaklanjuti berita dugaan penimbunan solar tersebut.

Tidak hanya Haris, jurnalis lain di media yang sama juga mendapat intimidasi seusai menelepon Kapolres Lombok Barat, AKBP Wirasto Adi Nugroho untuk mengonfirmasi kejadian warga yang menggagalkan dugaan penimbunan solar di SPBU Meninting.

"Rekan kami ditelepon dan ditanya benar baru habis telepon Kapolres ya, tidak usah ditulis berita itu, demikian bunyi SMS di handphone rekan jurnalis saya di lapangan," kata Haris.

Bahkan, menurut Haris, ada jurnalis lain yang juga mengalami intimidasi yang sama.

Sebagaimana diberitakan Kompas.com, Koordinator Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mataram, Badarudin mengatakan, pihaknya akan mendampingi jurnalis yang mengalami intimidasi dan tindakan upaya suap oleh oknum LSM yang menginginkan penghapusan berita.

"Kita akan dampingi dan mengurus pengembalian uang suap yang telah ditolak oleh jurnalis Haris Mahtul. Selain itu, bagi jurnalis yang mendapatkan intimidasi karena pemberitaan, LBH Mataram membuka ruang pengaduan sejak hari ini," kata Badar.

Mereka yang merasa diintimidasi bisa melapor ke LBH Mataram di Jalan Gunung Tambora, Kompleks Gomong Square nomor 23 Lingkungan Pemuda, Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

"Jika ada kawan-kawan jurnalis yang mendapat intimidasi, kami persilakan mengadu pada LBH Mataram" kata Badarudin.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved