Gejala Penyakit Malaria, Penyebab hingga Cara Pencegahannya
Penyakit Malaria dapat dicegah dengan menghentikan penyebaran nyamuk Anopheles sebagai pembawa parasit Plasmodium
Penulis: Setyowati Indah Sugianto | Editor: Wahyu Widiyantoro
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Setyowati Indah Sugianto
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Penyakit Malaria disebabkan parasit Plasomodium.
Penyakit Malaria tersebut bisa nular melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi parasit tersebut.
Gigitan nyamuk ini membuat parasit masuk, mengendap di organ hati, serta menginfeksi sel darah merah.
Selain itu, terdapat juga beberapa kondisi malaria dapat menyebar menjangkit manusia seperti melalui donor organ, transfusi darah, berbagi pemakaian jarum suntik, dan janin terinfeksi dari ibunya.
Baca juga: Kasus Malaria Menurun Drastis, Pemkab Bima Raih Penghargaan WHO
Di Indonesia sendiri, penyakit ini tergolong endemi karena terdapat beberapa daerah yang masih banyak penderita malaria terutama di wilayah Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Papua, Papua Barat, serta di sebagian wilayah Kalimantan dan Sumatra.
Inilah gejala-gejala Penyakit Malaria yang dikutip dari rssoewandhi.surabaya.go.id muncul setidaknya dalam kurun waktu 10 hingga 15 hari setelah tergigit nyamuk.
1. Demam
2. Menggigil
3. Sakit kepala
4. Berkeringat banyak
5. Lemas
6. Pegal lin
7. Gejala anemia atau kurang darah
8. Mual atau muntah
Sebagai informasi jika merasakan gejala-gelaja tersebut, segera pergi ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan.
Adapun penyebabnya malaria yang disebebakan beberapa hal sebagai berikut:
1. Plasmodium Vivax
Malaria satu ini disebabkan oleh parasit Plasmodium vivax cenderung menimbukan gejala yang lebih ringan.
Parasit ini dapat bertahan di organ hati dalam jangka waktu beberapa bulan atau tahun.
Walaupun demikian tergolong ringan, malaria yang disebabkan oleh parasit dapat kambuh ketika daya tahan tubuh menurun karena parasit dapat aktif kembali.
2. Plasmodium Ovale
Malaria berjenis parasit Plasmodium ovale disebabkan tidak terlalu berbahaya yang mengancam jiwa, namun tetap harus waspada karena malaria yang disebabkan oleh parasit ini dapat menyebabkan anemia atau kekurangan darah.
3. Plasmodium Malariae
Malaria yang disebabkan oleh parasit Plasmodium Malariae menimbulkan gejala setelah lama terinfeksi parasit tersebut.
Oleh karena itu, penderita malaria ini akan mengalami infeksi yang kronis mengalami gangguan fungsi organ ginjal.
Baca juga: Bupati Lombok Timur Terima Sertifikat Bebas Malaria dari Kementrian Kesehatan RI
4. Plasmodium Falciparum
Malaria ini dapat disebabkan oleh parasit Plasmodium falciparum tergolong paling berbahaya karena dapat menimbulkan berbagai komplikasi, kejang, hingga koma.
Malaria jenis ini menjadi salah satu penyebab kematian akibat malaria tertinggi di dunia.
Penanganan untuk penyakit malaria
Berikut beberapa tips untuk mencegah penyebaran penyakit malaria:
1. Gunakan kelambu ketika tidur
2. Memakai pakaian serba panjang seperti celana dan lengan panjang selama beraktivitas
3. Hindari meletakkan pakaian basah di dalam rumah karena dapat menjadi tempat persembunyian nyamuk
4. Lakukan langkah 3M (Menguras penampungan air, Mengubur barang bekas, dan Mendaur ulang barang bekas)
5. Gunakan lotion anti nyamuk yang mengandung DEET (diethyltoluamide)
6.Pasang obat nyamuk dan rutin menyemprot obat nyamuk terutama di pagi dan sore hari
7. Rutin melakukan fogging massal di daerah dengan tingkat malaria yang tinggi minimal sebulan sekali
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/ilustrasi-gigitan-nyamuk-agustus-2022.jpg)