KKN Mahasiswa

Mahasiswa KKN-T Unram Adakan Pelatihan Kewirausahaan di Desa Ranggagata Lombok Tengah

Tim KKN Tematik Unram Desa Ranggagata telah mengadakan sosialisasi pembuatan produk ke setiap dusun.

Dok. Istimewa/Mahasiswa KKN-T Unram
Mahasiswa KKN-T Unram pengada latihan pengolahan buah pisang dan pembentukan kelompok usaha di Desa Ranggagata. 

TRIBUNLOMBOK.COM, Lombok Tengah - Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Mataram (Unram) di Desa Ranggagata, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah melaksanakan pelatihan kewirausahaan pengolahan pisang dan pembentukan kelompok usaha.

Pelatihan kewirausahaan tersebut merupakan salah satu bagian dari program kerja utama KKN yang bertemakan Desa-Preneur, yakni membuat keripik berbentuk stik dari buah pisang dengan tiga varian rasa yang cukup menarik perhatian masyarakat.

“Melihat potensi banyaknya bahan baku pisang yang ada di Desa Ranggagata ini membuat kami memilih untuk mengolah buah pisang menjadi keripik agar dapat meningkatkan nilai ekonomisnya," ujar Riyadussolihin Ilhami selaku Ketua KKN Tematik Unram Desa Ranggagata.

"Tidak hanya itu, kami juga melakukan sedikit inovasi pada bentuk dan rasanya sehingga menjadi pembeda dari keripik pisang biasanya,” sambungnya.

Baca juga: 339 Mahasiswa Unram Laksanakan KKN Di Lobar, Bupati Ajak Perangi Pernikahan Dini

Tim KKN Tematik Unram Desa Ranggagata telah mengadakan sosialisasi pembuatan produk ke setiap dusun.

Kegiatan pelatihan tersebut menyasar ibu-ibu yang sebagian besar hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga.

Ilhami bersama tim menggandeng perangkat desa dalam melakukan koordinasi terkait kegiatan tersebut.

Tujuan utama dari adanya pelatihan ini adalah untuk menciptakan kelompok usaha guna mendukung program kewirausahaan di Desa Ranggagata.

Baca juga: Bupati Lombok Timur Harap 974 Mahasiswa KKN Universitas Mataram Bantu Atasi Stunting

“Pisang di Desa Ranggagata ini cukup melimpah, tetapi sebagian besar hanya dijual langsung serta sebagai bahan baku pembuatan gorengan," tutur Muhamad Haikal selaku Kepala Desa Ranggagata.

"Jadi dengan adanya pelatihan pengolahan buah pisang ini bisa meningkatkan nilai jual serta diharapkan turut serta meningkatkan minat masyarakat dalam berwirausaha sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,”  lanjutnya.

Diakuinya, masyarakat sangat antusias dengan kegiatan sosialisasi serta pelatihan yang dilakukan.

Hal tersebut sejalan dengan banyaknya potensi bahan baku pisang yang terdapat di Desa Ranggagata, namun belum dikelola menjadi suatu produk wirausaha oleh masyarakat setempat.

Mengenai pelatihan dan pembentukan kelompok usaha sangatlah penting, karena sebagai dasar penunjang untuk kegiatan produksi usaha jangka panjang.

Dengan adanya kelompok usaha ini diharapkan dapat menjadi pemantik masyarakat agar berkeinginan untuk memulai usaha bersama.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved