Gili Balu, Permata Tersembunyi yang Kini Mulai Bersinar

PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) melakukan sinergi bersama pemerintah sebagai upaya dalam melindungi kawasan konservasi perairan Gili Balu.

Editor: Sirtupillaili
Dok.PT AMMAN
Pulau Kenawa, yang termasuk kedalam 8 gugusan pulau di Kawasan Konservasi Perairan Gili Balu 

TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA BARAT - Membayangkan Gili Balu berarti membayangkan terumbu karang, rumput laut, pasir putih maupun pohon mangrove yang terjaga kelestariannya.

Juga terbayang padang rumput Pulau Namo seluas 190,90 hektare serta keindahan pantai, perbukitan, hutan mangrove, dan keindahan taman bawah laut dari delapan pulau ini.

Bisa jadi belum banyak orang di luar Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengenalnya.

Namun bagi penduduk Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), gugus kepulauan yang terletak di perairan Laut Selat Alas (antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa) memiliki beragam potensi untuk menjadi destinasi utama wisata laut di masa depan.

Kini berbagai potensi wilayah tersebut sedikit demi sedikit mulai digali dan dikembangkan.

Pemerhati lingkungan sekaligus pecinta wisata Marischka Prudence mengakuinya.

Ia mengaku telah banyak mendatangi berbagai tempat wisata di Indonesia.

Namun pengalamannya ke Gili Balu memiliki arti yang benar-benar berbeda.

Sejak pertama kali menyeberang dari Pelabuhan Poto Tano, ia terpukau oleh pemandangan indah Gunung Rinjani yang menjadi latar belakang dari Gili Balu

"Ada pesona yang sulit digambarkan dengan kata-kata yang dimiliki permata tersembunyi ini,” ujarnya, ketika mengunjungi Pulau Kenawa pada kegiatan Transforma_Sea Gili Balu baru-baru ini.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved