Rabu, 27 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Kenali Penyakit Flu Singapura: Gejala, Penularan dan Pencegahannya

Flu Singapura atau Hand, foot, and mouth disease (HFMD) atau penyakit tangan kaki mulut yang merupakan penyakit yang sangat menular.

Tayang:
Penulis: Setyowati Indah Sugianto | Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Freepik
Ilustrasi flu dan pilek 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Flu Singapura atau Hand, foot, and mouth disease (HFMD) atau penyakit tangan kaki mulut yang merupakan penyakit yang sangat menular.

Penyakit tersebut disebabkan oleh virus dari genus Enterovirus.

Pada spesies genus enterovirus ini yang paling sering menyebabkan HFMD adalah Coxsackievirus dan Human Enterovirus.

Berikut ini gejala, penularan serta pencegahannya dari Flu Singapura

Gejala Flu Singapura

Baca juga: Apotek Nia Sebut Pembelian Obat Flu di Kota Mataram Meningkat Drastis

Mengutip dari Kompas.com, HFMD umumnya diawali dengan beberapa gejala yang hampir serupa dengan gejala penyakit lainnya, namun infeksi ini menyerang dan membuat gejala-gejala tersebut semakin parah, sudah ada beberapa kasus bahkan menyebabkan ada komplikasi.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah menginformasikan beberapa gejala awal penyakit Flu Singapura atau HFMD yang harus diwaspadai.

- Demam
- Nyeri tenggorokan atau menelan
- Nafsu makan yang menurun
- Nyeri atau tidak enak badan
- Mengiler lebih banyak dari biasanya
- Hanya ingin minum cairan dingin
- Ruam di telapak tangan dan kaki

Setelah demam satu sampai dua hari, akan timbul bintik-bintik merah di rongga mulut yang kemudian pecah menjadi sariawan.

Bintik-bintik merah di rongga mulut itu, biasanya berawal di bagian belakang langit-langit mulut.

IDAI menjelaskan, meskipun ada kelainan selaput lendir dan kulit pada HFMD terutama melibatkan rongga mulut, telapak tangan dan kaki, namun ruam dapat juga timbul di tungkai, lengan, bokong dan kulit sekitar kemaluan.

Ruam-ruam akibat Flu Singapura ini biasanya terlihat seperti bintik-bintik merah datar, kadang-kadang dengan lepuh. CDC menyebutkan, penyakit ini cenderung lebih banyak menyerang anak-anak berusia 5 tahun ke bawah.

Di antara anak-anak yang terinfeksi Flu Singapura ini, mereka memiliki gejalanya sekitar 7 sampai 10 hari masa inkubasi.

Penularan

Baca juga: Australia Anggap Covid-19 Seperti Flu, China Malah Lockdown Kota Berpenduduk 9 Juta Orang

Penderita Flu Singapura dapat menyebarkan virus HFMD melalui sekret atau cairan hidung (ingus), tenggorokan (ludah dan dahak), lesi kulit yang pecah dan kotorannya (feses).

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved