Minggu, 26 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Cara Membuat Buras Khas Bima, si Gurih Makanan Warga Melayu saat Lebaran

Buras selama ini dikenal makanan khas warga Makassar. Namun Kelurahan Melayu Kota Bima juga memiliki makanan yang terbuat dari beras tersebut.

Penulis: Atina | Editor: Sirtupillaili
TRIBUNLOMBOK.COM/ATINA
Buras setelah dipotong-potong dan disajikan bersama gulai sapi atau kambing. 

Adonan beras, santan dan perasan pandan ini, terus diaduk selama dimasak agar tidak ada bagian yang gosong.

Waktu untuk memasak, cukup lama hingga beras tadi masak setengah matang dan mengental.

Setelah proses ini selesai, Buras belum dimasak.

Adonan tersebut, mulai dicetak secara manual menggunakan tangan dan bantuan pipa atau lembaran plastik yang kaku.

Cetakan buras berbentuk panjang, dengan ukuran sesuai selera.

Saat mencetak ini, adonan harus padat agar saat direbus tidak benyek dan rusak bentuknya.

Namun Rohana menyarankan, agar tidak terlalu panjang dan besar agar saat dimasak kedua kalinya, Buras matang dengan sempurna.

Hal lain yang harus disiapkan adalah, daun pisang kepok yang akan menjadi pembungkus Buras.

Rohana menjelaskan, daun pisang jenis lain akan membuat warna Buras kemerahan sehingga tidak bisa digunakan.

"Jadi hanya bisa gunakan daun pisang kepok. Yang lain tidak bisa," tandasnya.

Setelah dicetak, dibungkus menggunakan daun pisang dan diikat menggunakan tali rafia, Buras siap direbus untuk kedua kalinya.

Waktu untuk merebus Buras, tergantung alat yang digunakan.

Jika menggunakan kompor biasa, maka membutuhkan waktu 4 jam hingga Buras matang dengan sempurna.

"Jika gunakan kompor gas, bisa dua setengah jam saja," tambah Rohana.

Rohana dan keluarga, biasanya menikmati Buras dengan Gulai Sapi atau Kambing.

Selain itu, ada bumbu yang berbahan dasar kelapa parut yang ditumbuk halus sekali.

Sebelum ditumbuk, kelapa parut itu disangrai bersama bawang merah, cabai besar dan sedikit ebi sebagai penguat rasa.

"Buras ini semacam sajian istimewa kami saat lebaran. Baik Idul Fitri ataupun Idul Adha," pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved