Cara Membuat Buras Khas Bima, si Gurih Makanan Warga Melayu saat Lebaran
Buras selama ini dikenal makanan khas warga Makassar. Namun Kelurahan Melayu Kota Bima juga memiliki makanan yang terbuat dari beras tersebut.
Penulis: Atina | Editor: Sirtupillaili
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Buras selama ini dikenal makanan khas warga Makassar.
Namun di Bima, khususnya warga di Kelurahan Melayu Kota Bima, juga memiliki makanan yang terbuat dari beras tersebut.
Jika Buras di Makassar berukuran mini, warga Melayu membuatnya dengan ukuran besar dan lebih gurih.
Proses pembuatannya mudah, meskipun harus melalui beberapa tahap yang cukup panjang.
Baca juga: Cerorot, Kue Legit Manis Khas Lombok dengan Bentuk Unik: Berikut Bahan dan Cara Membuatnya
TribunLombok.com sempat melihat langsung pembuatan si gurih berwarna hijau ini, dari rumah seroang warga Melayu di Kota Bima.
Pertama-tama, beras direndam selama 30 menit.
Banyaknya beras, tergantung dari berapa kebutuhan atau keinginan berapa banyak buras yang ingin dibuat.
Setelah direndam, beras kemudian dicuci bersih dan dimasak menggunakan santan dan air perasan daun pandan.
Santan ini akan menghasilan rasa gurih pada buras dan pandan akan menjadi pewarna alami pada buras, juga wangi.
Baca juga: Pendakian ke Gunung Rinjani Ramai, Jasa Penyewaan Alat di Lombok Tengah Laris Manis
Komposisi jumlah beras dan santan, harus sesuai.
Misalnya, satu kilogram beras maka santan yang dibutuhkan sebanyak dua biji kelapa utuh.
"Santannya harus kental," ujar Ibu Rohana, yang setiap tahunnya membuat Buras saat lebaran.
Setelah santan dan air perasan pandan dicampur ke beras, maka proses masak dimulai.
"Jangan lupa masukan garam secukupnya," tambah Rohana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/BURASS-BIMA.jpg)