Kamis, 21 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Ketahui Daftar Jenis Penyakit Hepatitis: Ini Gejala, Risiko, Serta Cara Pencegahannya

Hepatitis adalah suatu peradangan pada hati diantaranya hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D, dan hepatitis E

Tayang:
Penulis: Setyowati Indah Sugianto | Editor: Wahyu Widiyantoro
kemkes.go.id
Ilustrasi hepatitis 

TRIBUNLOMBOK.COM - Hepatitis adalah suatu peradangan pada hati yang disebabkan beberapa hal, diantaranya hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D, dan hepatitis E.

Penyakit hepatitis ini juga dapat disebabkan karena infeksi virus lain, misalnya infeksi dari sitomegalovirus.

Ada juga penyakit hepatitis yang disebabkan nonvirus seperti alkohol dan obat-obatan.

Baca juga: Cara Mencegah Hepatitis Akut pada Anak, Waspadai Penularan Lewat Saluran Cerna dan Pernafasan

Berikut ini jenis penyakit hepatitis yang dilansir oleh Kompas.com:

1.Hepatitis A

Mengutip Healthline, hepatitis A adalah hasil dari infeksi virus hepatits A (HAV).

Jenis hepatitis ini adalah penyakit akut jangka pendek.

Hepatitis A menular melalui makanan dan air yang terkontaminasi.

Mengutip CDC, penyakit hepatitis A ini menyebar ketika seseorang tanpa sadar menelan virus, bahkan dalam jumlah mikroskopis.

Penyebaran rentan terjadi karena kontak pribadi dengan orang yang terinfeksi.

HAV ditemukan dalam tinja dan darah orang yang terinfeksi.

Gejala hepatitis A dapat bertahan hingga 2 bulan, yang tanda-tandanya meliputi:

- Kelelahan
- Mual
- Sakit perut
- Penyakit kuning.

Kebanyakan orang memiliki penyakit riwayat hepatitis A tidak memiliki penyakit jangka panjang.

Cara terbaik untuk mencegah hepatitis A adalah dengan mendapatkan vaksinasi.

2. Hepatitis B

Dikutip Healthline, penyakit hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV).

Penyakit hepatitis B ini sering berkembang menjadi kondisi kronis yang berkelanjutan.

Penularan hepatitis B terjadi karena adanya kontak dengan HBV dalam cairan tubuh, seperti:

- Darah
- Cairan vagina atau air mani
- Cairan tubuh lain

Selain itu, dikutip CDC, jalur penularan virus hepatitis B dapat melalui:

- Kontak seksual
- Berbagi jarum suntik atau alat suntik obat lainnya
- Ibu ke bayi saat persalinan.

Tidak semua orang yang baru terinfeksi HBV memiliki gejala, tetapi bagi setiap orang ada yang mengalaminya, gejalanya dapat berupa:
- Kelelahan
- Nafsu makan yang buruk
- Sakit perut
- Mual
- Penyakit kuning.

Ilustrasi perawatan rumah sakit
Ilustrasi perawatan rumah sakit (pixabay.com)

Bagi banyak orang, hepatitis B adalah penyakit jangka pendek.

Bagi yang lain, penyakit hepatitis B bisa menjadi infeksi kronis jangka panjang yang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, bahkan mengancam jiwa, seperti sirosis atau kanker hati.

Risiko infeksi kronis berhubungan dengan usia seseorang saat terinfeksi:

- Pada bayi, sekitar 90 persen hepatitis B bisa terus berkembang menjadi infeksi kronis.
- Pada orang dewasa, hanya 2-6 persen hepatitis B bisa berkembang menjadi terinfeksi kronis.

Cara terbaik untuk mencegah hepatitis B adalah dengan mendapatkan vaksinasi.

3. Hepatitis C
Penyakit Hepatitis C berasal dari virus hepatitis C (HCV).

HCV adalah salah satu infeksi virus yang menular melalui darah dan biasanya muncul sebagai kondisi jangka panjang.

Jalur kontak HCV terjadi melalui cairan tubuh, seperti darah, cairan vagina, atau air mani.

Mengutip CDC, hepatitis C kronis dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius, bahkan mengancam jiwa seperti sirosis dan kanker hati.

Orang dengan hepatitis C kronis sering kali tidak menunjukkan gejala dan tidak merasa sakit.

Ketika gejala muncul, sering kali merupakan tanda penyakit hati berlanjut, tidak ada vaksin untuk pencegahan penyakit hepatitis C.

Cara terbaik untuk mencegah hepatitis C adalah dengan menghindari perilaku yang dapat menyebarkan penyakit, khususnya suntik narkoba.

Melakukan tes hepatitis C penting, karena perawatan dapat menyembuhkan kebanyakan orang dengan hepatitis C dalam 8-12 minggu.

4. Hepatitis D

Hepatitis D merupakan bentuk hepatitis langka yang hanya terjadi bersamaan dengan infeksi hepatitis B.

Penyebab dari penyakit ini adalah virus hepatitis D (HDV), yang menyebabkan peradangan hati seperti jenis lainnya.

Seseorang tidak dapat tertular HDV tanpa terinfeksi hepatitis B.

Secara global, HDV mempengaruhi hampir 5 persen orang dengan hepatitis B kronis.

Mengutip CDC, orang dapat terinfeksi virus hepatitis B dan hepatitis D secara bersamaan, yang disebut sebagai “koinfeksi”.

Bisa juga hepatitis D menyerang setelah sebelumnya seseoraang terinfeksi virus hepatitis B, kondisi ini disebut sebagai “superinfeksi”.

Tidak ada vaksin untuk mencegah hepatitis D.

Hepatitis D menyebar ketika darah atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi virus masuk ke tubuh orang yang tidak terinfeksi.

Hepatitis D bisa menjadi infeksi akut jangka pendek atau menjadi infeksi kronis jangka panjang. Hepatitis D dapat menyebabkan gejala parah dan penyakit serius yang mengakibatkan kerusakan hati seumur hidup dan bahkan kematian.

5. Hepatitis E

Penyakit hepatitis E adalah ditularkan melalui makanan atau air yang terpapar virus hepatitis E (HEV).

Hepatitis E biasanya akut dan bisa sangat berbahaya pada wanita hamil.

Hepatitis E banyak ditemukan di daerah dengan sanitasi yang buruk dan biasanya akibat dari menelan kotoran yang mencemari pasokan air minum.

Mengutip CDC, di negara maju, seperti Amerika Serikat dan Eropa, hepatitis E menginfeksi tubuh manusia melalui:

- Makan daging babi mentah atau setengah matang

- Daging rusa

- Daging babi hutan

- Kerang.

Gejala hepatitis E dapat mencakup:
- Kelelahan
- Nafsu makan yang buruk
- Sakit perut
- Mual
- Penyakit kuning.

Namun banyak orang dengan penyakit hepatitis E, terutama anak kecil, tidak menunjukkan gejala.

Kecuali untuk hepatitis E kronis yang jarang terjadi pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah, kebanyakan orang pulih sepenuhnya dari penyakit tanpa komplikasi.

Tips sehat agar tidak diserang penyakit hepatitis:

• Hindari konsumsi alkohol
• Hindari obat-obatan yang dapat merusak hati, misalnya acetaminophen
• Diet sehat dan seimbang
• Perbanyak buah, sayur, whole grains, dan protein bebas lemak
• Latihan fisik secara teratur
• Istirahat cukup

(TribunLombok.com/Setyowati Indah Sugianto)(Kompas.com/ Shintaloka Pradita Sicca)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Itu Penyakit Hepatitis?"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved