Jumat, 5 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Daftar Gejala Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 yang Wajib Diwaspadai

Penyakit gula ini berkaitan dengan hormon insulin yang berperan memindahkan gula dari dalam tubuh ke dalam sel untuk disimpan menjadi energi

Tayang:
Penulis: Setyowati Indah Sugianto | Editor: Wahyu Widiyantoro
pixabay.com
Ilustrasi cek glukosa diabetes 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Diabetes merupakan penyakit metabolik yang menyebabkan kadar gula darah menjadi tinggi.

Penyakit gula ini berkaitan dengan hormon insulin yang berperan memindahkan gula dari dalam tubuh ke dalam sel untuk disimpan menjadi energi.

Memang penyakit ini salah satu penyakit tidak menular (PTM), tetapi harus diwaspadai.

Baca juga: Ternyata Hanya Karang Cerita, Wanita di Bali Mengaku Dirudapaksa & Ditemukan Terikat di Tengah Hutan

Berikut ini gejala-gejala penyakit diabetes tipe 1 dan tipe 2 yang dilansir oleh kompas.com

1. Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 adalah munculnya ketika pankreas sebagai pabrik insulin tidak dapat atau kurang mampu memproduksi insulin.

Ketersediaan hormon insulin yang berfungsi mengubah glukosa menjadi energi dan membantu tubuh menyimpan energi tersebut menjadi kurang atau tidak ada sama sekali.

Perlu diketahui gejala-gejala diabetes tipe 1:

- Rasa haus yang meningkat

- Sering buang air kecil

- Mengompol pada anak-anak yang sebelumnya tidak pernah mengompol pada malam hari

- Rasa lapar yang ekstrim

- Penurunan berat badan yang tidak disengaja

- Iritabilitas dan perubahan suasana hati lainnya

- Kelelahan dan kelemahan

- Penglihatan kabur

2. Diabetes tipe 2

Diabetes ini dalam sel tubuh tidak dapat merespons insulin sebagaimana mestinya.

Bahkan, pada tahap selanjutnya dari penyakit ini, tubuh juga tidak bisa menghasilkan cukup insulin.

Diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kadar glukosa darah tinggi secara kronis, sehingga memicu munculnya beberapa gejala yang berpotensi menyebabkan komplikasi kesehatan serius.

Berikut ini perlu ketahui diabetes tipe 2.

- Sering buang air kecil

Ketika kadar gula darah tinggi, ginjal kita akan mencoba membuang kelebihan gula dengan menyaringnya keluar dari darah.

Proses ini bisa menyebabkan seseorang buang air kecil lebih sering, terutama di malam hari.

- Meningkatnya rasa haus

Buang air kecil diperlukan untuk menghilangkan kelebihan gula dalam darah.

Namun, sering buang air kecil dapat menyebabkan tubuh kehilangan air tambahan.

Jika kondisi itu sering terjadi, maka seseorang akan mengalami dehidrasi sehingga merasa lebih haus dari biasanya.

Ilustrasi Diabetes
Ilustrasi Diabetes (KOMPAS.COM)

- Selalu lapar

Sistem pencernaan kita bekerja dengan memecah makanan menjadi gula sederhana yang disebut glukosa.

Glukosa digunakan tubuh sebagai bahan bakar saat beraktivitas.

Pada penderita diabetes, glukosa tidak bergerak seperti seharusnya dari aliran darah ke sel-sel tubuh.

Akibatnya, para penderita diabetes tipe 2 sering merasa lapar, bahkan meskipun baru saja mendapat asupan makanan.

- Merasa sangat kelelahan

Diabetes tipe 2 bisa berdampak pada tingkat energi seseorang, yang menyebabkan orang tersebut sering merasa sangat kelelahan.

Kelelahan berlebih ini terjadi akibat kurangnya gula yang berpindah dari aliran darah ke sel-sel tubuh.

- Penglihatan kabur

Kelebihan gula dalam darah dapat merusak pembuluh darah kecil yang dapat menyebabkan penglihatan menjadi kabur.

Penglihatan kabur ini bisa terjadi hanya pada salah satu mata saja atau bisa kedua mata, serta bisa hilang dan timbul.

Jika kondisi ini dibiarkan tidak diobati, maka kerusakan pada pembuluh darah bisa menjadi lebih parah, termasuk kemungkinan terjadinya kehilangan penglihatan permanen.

- Luka susah sembuh

Kadar gula darah yang tinggi dalam darah dapat merusak saraf dan pembuluh darah, yang akhirnya dapat mengganggu sirkulasi darah.

Akibatnya, bahkan goresan atau luka kecil sekalipun mungkin butuh waktu hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk sembuh. Tahap penyembuhan luka yang lambat dapat meningkatkan risiko infeksi.

- Kesemutan atau mati rasa di tangan atau kaki

Kadar gula darah yang tinggi dapat mempengaruhi sirkulasi darah dan merusak saraf tubuh.

Pada penderita diabetes tipe 2, kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, sensasi kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki.

Kondisi ini dikenal dengan neuropati dan dapat semakin parah seiring berjalannya waktu, hingga menyebabkan komplikasi serius jika dibiarkan tak terobati.

- Bercak kulit gelap

Bercak kulit gelap ini dapat terbentuk di lipatan leher, ketiak atau selangkangan.

Kondisi ini dikenal sebagai acanthosis nigricans, yang sensasinya mungkin terasa lembut dan bertekstur seperti beludru.

- Gatal dan infeksi jamur

Kelebihan gula dalam darah dan urin sama dengan memberi makan untuk jamur, yang pada akhirnya dapat menyebabkan infeksi.

Diabetes
Diabetes (diabetes.co.uk)

Infeksi jamur cenderung terjadi pada area kulit yang hangat dan lembap, seperti mulut, area intim dan ketiak.

Area yang terdampak biasanya akan terasa gatal, mungkin juga disertai dengan sensasi terbakar, kemerahan dan nyeri.
- Komplikasi

Mampu mengenali gejala awal diabetes tipe 2 dapat membuat kita mencari penanganan segera, mendapatkan perawatan yang tepat, hingga melakukan perubahan gaya hidup, yang dapat mencegah risiko komplikasi.

Tanpa perawatan, kadar gula darah yang terus-menerus tinggi juga dapat menyebabkan komplikasi yang parah dan dapat mengancam jiwa.

Seperti penyakit jantung, stroke, kerusakan saraf atau neuropati, masalah kaki, penyakit ginjal, yang dapat menyebabkan seseorang butuh cuci darah, kehilangan penglihatan dan masalah seksual pada pria dan wanita.

Diabetes yang tidak terobati juga dapat menyebabkan sindrom hiperglikemik nonketotik hiperosmolar (HHNS), yang menyebabkan peningkatan kadar gula darah parah dan terjadi terus-menerus.

Komplikasi ini cenderung dialami oleh kelompok orang tua.

(TribunLombok.com/Setyowati Indah Sugianto) (Kompas.com/Nabilla Tashandra)(Kompas.com/Irawan Sapto Adhi)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 10 Gejala Awal Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved