Daftar Gejala Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 yang Wajib Diwaspadai
Penyakit gula ini berkaitan dengan hormon insulin yang berperan memindahkan gula dari dalam tubuh ke dalam sel untuk disimpan menjadi energi
Penulis: Setyowati Indah Sugianto | Editor: Wahyu Widiyantoro
Glukosa digunakan tubuh sebagai bahan bakar saat beraktivitas.
Pada penderita diabetes, glukosa tidak bergerak seperti seharusnya dari aliran darah ke sel-sel tubuh.
Akibatnya, para penderita diabetes tipe 2 sering merasa lapar, bahkan meskipun baru saja mendapat asupan makanan.
- Merasa sangat kelelahan
Diabetes tipe 2 bisa berdampak pada tingkat energi seseorang, yang menyebabkan orang tersebut sering merasa sangat kelelahan.
Kelelahan berlebih ini terjadi akibat kurangnya gula yang berpindah dari aliran darah ke sel-sel tubuh.
- Penglihatan kabur
Kelebihan gula dalam darah dapat merusak pembuluh darah kecil yang dapat menyebabkan penglihatan menjadi kabur.
Penglihatan kabur ini bisa terjadi hanya pada salah satu mata saja atau bisa kedua mata, serta bisa hilang dan timbul.
Jika kondisi ini dibiarkan tidak diobati, maka kerusakan pada pembuluh darah bisa menjadi lebih parah, termasuk kemungkinan terjadinya kehilangan penglihatan permanen.
- Luka susah sembuh
Kadar gula darah yang tinggi dalam darah dapat merusak saraf dan pembuluh darah, yang akhirnya dapat mengganggu sirkulasi darah.
Akibatnya, bahkan goresan atau luka kecil sekalipun mungkin butuh waktu hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk sembuh. Tahap penyembuhan luka yang lambat dapat meningkatkan risiko infeksi.
- Kesemutan atau mati rasa di tangan atau kaki
Kadar gula darah yang tinggi dapat mempengaruhi sirkulasi darah dan merusak saraf tubuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/ilustrasi-cek-glukosa-diabetes.jpg)