BPJS Kesehatan

Lindungi Keluarga Sejak Dini, Riska Sangat Bersyukur Telah Menjadi Peserta JKN-KIS

Orang tuanya mendaftarkan Aqilla menjadi peserta JKN-KIS untuk berjaga-jaga jika mendadak sang anak jatuh sakit.

Editor: Dion DB Putra
Dok BPJS Kesehatan
Aqilla Meysha Putri Misba. 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Anak adalah harta yang paling berharga bagi orangtua. Seperti yang dirasakan Riska, ibu dari Aqilla Meysha Putri Misba (4).

Aqilla, sapaan akrabnya, memang belum lama menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan NasionalKartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Orang tuanya mendaftarkan Aqilla menjadi peserta JKN-KIS untuk berjaga-jaga jika mendadak sang anak jatuh sakit.

Baca juga: Siti Rahmaniah Berbagi Pengalaman Mengenai Manfaat JKN-KIS Saat Melahirkan Anak Pertama

Baca juga: Onon Menyebut JKN-KIS Sebagai Bentuk Kasih Sayang dan Tanggung Jawabnya pada Keluarga

Riska sangat bersyukur telah menjadi peserta JKN-KIS karena bisa melindungi keluarganya sejak dini.

“Sebagai orangtua tentunya mendambakan anak kita selalu sehat, apalagi usia Aqilla masih sangatlah muda. Kami sangatlah bersyukur telah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS. Jadi anak dan keluarga sudah dapat terjamin kesehatannya. Di masa seperti ini semua serba sulit saya rasa ini adalah pilihan yang sangat tepat untuk melindungi anak dan keluarga kita," kata Riska, Senin (28/2/2022).

Dia mengucapkan terima kasih kepada BJPS Kesehatan. "Terima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan yang telah memberikan jaminan keluarga yang sangatlah membantu masyarakat," ujar Riska.

Lebih lanjut Riska menyampaikan sampai usia 4 tahun ini, putrinya Aqilla belum pernah menggunakan kartu JKN-KIS untuk melakukan pengobatan.

Meski demikian, Riska tidak merasa rugi membayar iuran tiap bulan walaupun tidak pernah menggunakan, sebab ia merasa iuran dirinya dan keluarga yang sudah dibayarkan bisa membantu peserta JKN-KIS yang membutuhkan.

“Kartu JKN-KIS yang kami punya hanya untuk berjaga-jaga apabila suatu saat dibutuhkan karena kita tidak tahu kapan kita akan terserang penyakit. Tidak apa-apa saya membayar iuran setiap bulan, walaupun saya tidak pernah menggunakan. Dari iuran yang saya bayarkan setap bulan, saya dapat membantu peserta JKN-KIS yang membutuhkan. Siapa tahu suatu saat saya menggunakan kartu JKN-KIS untuk berobat, berarti saya juga merasakan bantuan dari peserta yang lain,” demikian Riska.

Berita lain terkait BPJS Kesehatan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved