BPJS Kesehatan

Cerita Adniyah, Pensiunan PNS yang Beruntung Menjadi Peserta JKN-KIS

Adniyah sudah pernah merasakan manfaat dari kartu JKN-KIS. Dia tidak pernah merasa kecewa atas pelayanan di rumah sakit.

Editor: Dion DB Putra
Dok BPJS Kesehatan
Adniyah. Dia sudah merasakan manfaat menjadi peserta JKN-KIS. 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang ditandai tingginya kadar gula (glukosa) darah.

Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh.

Baca juga: Anak Tukang Ojek di Kota Mataram Ini Kembali Berseri Berkat Kartu JKN-KIS

Baca juga: JKN-KIS Menjadi Sarana Beramal untuk Membantu Sesama

Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderitanya.

Pederita diabetes kebanyakan adalah orang-orang lanjut usia. Inilah yang dirasakan Adniyah (69), seorang peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).

“Saya menderita diabetes sudah bertahun-tahun. Sebagai istri seorang Pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), saya harus pintar-pintar mengatur kondisi keuangan. Kartu JKN-KIS bagi saya sangat penting dan harus selalu ada di dompet, karena kondisi kesehatan saya yang semakin tua semakin banyak keluhan kesehatan membuat saya harus bolak balik rumah sakit dan mengonsumsi obat-obatan setiap hari tanpa putus," Adniyah, Selasa (29/3/2022).

"Kalau dihitung, untuk biaya kesehatan saya saja, BPJS Kesehatan harus mengeluarkan biaya lebih besar daripada iuran yang sudah sy bayarkan setiap bulan. Di sinilah saya merasa bersyukur memiliki kartu JKN-KIS,”  kata Adniyah.

Adniyah yang sudah pernah merasakan manfaat dari kartu JKN-KIS, tidak pernah merasa kecewa atas pelayanan yang di rasakan selama melakukan perawatan di rumah sakit.

“Saya rasa BPJS Kesehatan sudah sangat baik memberikan jaminan kesehatan kepada pesertanya. Kalau soal kecewa, puas atau tidak itu kembali lagi kepada pesertanya masing-masing. Saya sangat puas dengan pelayanan yang diberikan dengan menggunakan kartu JKN-KIS di Rumah Sakit. Semua biaya pengobatan ditanggung,perawatan dirumah sakit ditanggung, obat-obatan mahal pun ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Adniyah merasa sangat beruntung dan berterima kasih kepada BPJS Kesehatan yang sudah memberikan jaminan yang sangat bermanfaat bagi pesertanya.

“Banyak manfaat yang diberikan kepada peserta JKN-KIS tanpa membeda-bedakan dengan pasien umum lainnya,” ucap Adniyah. (*)

Berita ini merupakan kerja sama TribunLombok.com dengan BJPS Kesehatan Mataram. Bahan bersumber dari portal resmi BPJS Kesehatan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved