Tradisi Balap Lari Jalanan di Mataram: Miliki Peraturan Unik, hingga Dilakukan Dini Hari
Tradisi balap lari jalanan di Mataram yang hadir hanya di bulan puasa memiliki keunikan tersendiri.
Penulis: Jimmy Sucipto | Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Tradisi balap lari jalanan di Mataram yang hadir hanya di bulan puasa memiliki keunikan tersendiri.
Pun soal peraturan yang diterapkan.
Seperti diketahui balap lari ini sendiri hadir di Kampung Pelembak, Tinggar, Ampenan, Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB)
Dalam prakteknya, mereka berlari dengan ciri khas masing-masing, dari yang baru datang menggunakan sarung sebagai penutup tubuhnya, hingga berlari menggunakan celana boxer, hingga celana dalam saja.
Saat di temui oleh TribunLombok, Rabu (06/04/2022) dini hari, Andy mengatakan menjadi peserta tradisi balap lari jalanan tanpa mengenakan busana saat berlari.
Bukan tanpa alasan, menurut Andy berlari tanpa mengenakan busa dipercaya dapat menambah kecepatan mereka.
Baca juga: Komisaris ITDC Irzani Isi Kajian Ramadan di Masjid Nurul Bilad Mandalika: Jadilah Pemenang!
Tradisi unik ini tanpa adanya jadwal khusus, hanya menunggu ramainya masyarakat berkumpul, sekira pukul 12.00 WITA.
Tradisi ini pun berlangsung sejak hari pertama di Bulan Puasa, hingga Idul Fitri.
Seperti diketahui setelah masyarakat berkumpul, nantinya ada seorang yang berkeliling, mencari lawan tanding untuk jagoan yang sudah mereka tentukan.
Balap lari jalanan ini pun memiliki juri tersendiri.
Ada juri, yang mengamankan jalannya balapan, mereka diberi upah sebesar Rp20 ribu per-match.
Lalu, hakim garis finish yang bertugas untuk menentukan juara, dengan upah Rp10 ribu per-match.
Dan terakhir, wasit yang berposisi pada garis start, dan bertugas mengkoordinasi seluruh jaringan yang bertugas, diupah sebesar Rp25 ribu per-match.
Para petugas membawa sebatang kayu, guna memberi aba-aba, dan juga digunakan untuk menertibkan penonton.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/balap-lari-jalanan-yang-berlokasi-di-kampung-pelembak-a.jpg)