Kuliner Lombok

Dodol Khas Suranadi Lombok Barat, Camilan Oleh-oleh Pilihan Berbuka Puasa

Dengan tekstur sangat lembut, rasa lezat, dan harga murah, Dodol Suranadi cocok dijadikan buah tangan

Penulis: Jimmy Sucipto | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/JIMMY SUCIPTO
Jajanan khas Suranadi, Kecamatan Narmada, Lombok Barat dodol nangka yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh untuk berbuka puasa di Bulan Ramadan, Senin (4/4/2022). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK BARAT - Desa Suranadi, Kecamatan Narmada adalah lokasi wisata yang cukup terkenal di Lombok Barat.

lokasi wisata ini menyediakan wisata kuliner khususnya makanan ringan Dodol Suranadi.

Pantauan TribunLombok.com, Senin (4/4/2022), camilan pilihan untuk berbuka puasa ini diantaranya, dodol nangka, dodol sirsak, hingga jajanan kering lainnya.

Baca juga: Pelaku IKM dan UKM Lombok Barat Diminta Tingkatkan Daya Saing

Baca juga: Halau Balap Liar di Mataram & Lombok Barat Usai Tarawih, Polisi Gencarkan Patroli

Dodol di Suranadi ini sendiri adalah jajanan khas yang cukup populer.

Dengan tekstur sangat lembut, rasa lezat, dan harga murah, Dodol Suranadi cocok dijadikan buah tangan.

Meski hari kerja, tetapi Dodol Suranadi ini tetap diminati wisatawan lokal.

Dedi (32) bersama istrinya Darmi (28) memang sengaja mengunjungi Suranadi untuk membeli dodol tersebut.

"Kami membeli dodol sebagai buah tangan untuk orang rumah dan kantor," buka Darmi.

Mereka mengungkapkan ciri khas dodol Suranadi dengan mencontohkan dodol nangka.

"Lembut, manis, murah lagi, makanya kami beli," tambah Dedi.

Pedagang Dodol Suranadi Santi (40) mengaku sudah sejak lama menjual jajanan ini.

Dodol yang ia tawarkan bervariasi dari yang seharga Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribu.

Santi mengaku, dirinya sempat tidak berjualan saat pandemi Covid-19 akibat sepinya pelanggan.

"Semoga di Bulan Ramadan ini, Suranadi bisa ramai oleh tamu," tuturnya.

Santu lalu membeberkan cara pembuatan dodol yang ia jual belum berubah sejak dulu.

"Masih tradisional, menggunakan tungku api, dan oleh karena itu rasanya tetap sama," tutupnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved