Dosen Hukum Universitas Mataram: Masalah Sengketa Lahan di KEK Mandalika Ada pada Internal Warga

Sebenarnya persoalan sengketa lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika terletak pada internal warga itu sendiri. 

Dok .Polda NTB
TITIK KOORDINAT: Tim Satgas Penyelesaian Lahan KEK Mandalika turun mengukur titik koordinat lahan yang disengketakan warga dengan PT ITDC, Selasa (7/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Laelatunni'am

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Sebenarnya persoalan sengketa lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika terletak pada internal warga itu sendiri. 

Dosen Hukum Universitas Mataram Prof. Dr. Djumardin menjelaskan bawa poin persoalan sesungguhnya bukan antara warga dengan ITDC. 

Tetapi persolannya pada internal warga itu sendiri. 

Dipaparkan, lahan-lahan yang menjadi sengketa sebenarnya sudah dibebaskan atau dibayar oleh pihak ITDC kepada warga yang bersangkutan. 

Akan tetapi tanah yang sudah dibebaskan oleh ITDC diklaim kembali oleh warga yang mengaku sebagai ahli waris sah dari lahan yang telah dibayar tersebut.

“Ini persoalan yang banyak ditemukan dalam sengketa lahan di kawasan Mandalika,” sebut Djumardin,Senin (14/2/2022). 

Baca juga: Sandiaga Ingin Cicipi Kelezatan Cacing Laut Jelmaan Putri Mandalika, Akan Hadiri Puncak Bau Nyale

Djumardin menyarankan kepada warga yang mengklaim lahan di kawasan Mandalika agar menuntaskan persoalan diinternalnya terlebih dahulu. 

Maksudnya adalah menentukan secara hukum siapa sesungguhnya ahli waris lahan tersebut, jika itu masih dalam satu ikatan keluarga. 

Siapa pemilik yang berhak atas lahan tersebut, jika melibatkan orang lain. Apakah warga yang sudah menjual lahan tersebut ataukah warga yang saat ini mengklaim.

“Ini semua hanya bisa dilakukan melalui proses peradilan di Pengadilan Agama (PA),” sebut Djumardin. 

Disampaikan ini hal yang penting untuk memberikan kepastian dihadapan hukum soal siapa yang berhak atas lahan yang diklaim.

Apabila sudah ada ketetapan hukum soal ahli waris atau kepemilikan lahan, barulah warga bisa mengajukan gugatan atau klaim kepada ITDC. 

Lanjutnya, “yang terjadi selama ini, lahan sudah dibayar ke pihak lain. Kemudian ada pihak yang lain mengaku sebagai ahli waris atau pemilik lahan, mengajukan klaim."

Baca juga: Baiq Anggia Asal Lombok Timur Terpilih Menjadi Putri Mandalika 2022

Baca juga: Rusunawa Kayangan di Lombok Timur Bakal Dijadikan Akomodasi Penonton MotoGP Mandalika

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved