Begini Skenario Travel Bubble yang Disiapkan RSUP NTB untuk 900 Kru dan Pebalap MotoGP Mandalika

Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi (RSUDP) NTB telah menyiapkan skenario karantina travel bubble untuk mengantisipasi lonjakan kenaikan kasus Covid-19.

Penulis: Patayatul Wahidah | Editor: Lalu Helmi
TRIBUNLOMBOK.COM/PATAYATUL WAHIDYAH
dr Lalu Herman Mahaputra (Dirut RSUP NTB) 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Patayatul Wahidah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB telah menyiapkan skenario karantina travel bubble untuk mengantisipasi lonjakan kenaikan kasus Covid-19.

Skema ini dipersiapkan terutama menjelang dan saat tes pramusim MotoGP Mandalika pada 11-13 Februari mendatang.

Direktur RSUDP NTB, Lalu Herman Mahaputra mengatakan rencananya malam ini 900 kru balap MotoGP Mandalika akan datang.

Baca juga: Kasus Omicron Meningkat Jelang MotoGP, Gubernur NTB: Tingkatkan Prokes Terapkan Travel Bubble

Baca juga: Begini Skema Travel Bubble yang Diterapkan Saat Ajang MotoGP Mandalika 2022

Nantinya 900 orang yang terdiri dari kru dan pembalap akan langsung melalui prosedur karantina travel bubble.

Tim karantina travel bubble ini beranggotakan sekitar 300 orang dengan 40 orang diantaranya adalah perwakilan dari pemerintah pusat sedangkan sisanya merupakan perwakilan daerah.

“Jadi nanti rider dan kru dari BIZAM langsung didorong ke hotel-hotel. Di hotel-hotel itu kita akan melakukan screening. Begitu clear mereka baru bisa beraktivitas,” katanya Senin (7/2/2022).

Untuk penanganan karantina tes pramusim MotoGP ini menggunakan 25 hotel di mana setiap hotel telah ditempatkan tim travel bubble.

Dalam skenario karantina travel bubble ini, screening tidak hanya dilakukan kepada tim travel bubble saja tetapi juga kepada karyawan di 25 hotel tersebut.

Apabila ditemukan kasus positif maka akan langsung dilakukan karantina.

Untuk orang yang positif dan bergejala maka akan dikarantina di RSUDP sedangkan bagi Orang Tanpa Gejala akan disiapkan hotel sebagai lokasi karantina.

Direktur RSUDP NTB yang kerab disapa dr. Jack ini menjelaskan nantinya orang yang positif Covid-19 akan ditarik dari ‘bubble’.

“Bubble tidak boleh bocor. Orang ndak boleh sesuka hatinya masuk, kalau masuk ndak boleh keluar. Kalau pun keluar ya sudah keluar saja. kalau masuk tentu akan melakukan screening lagi,” jelasnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved