Berita NTB

Pesan Terakhir Korban Kapal Karam untuk Istri, Titip Anak dan Berharap Dipertemukan Lagi

Dia benar-benar tak menyangka kapal yang ditumpangi sang suami terbalik dalam perjalanan mencari nafkah ke negeri tetangga, Kamis 16 Desember 2021.

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Dion DB Putra
Dok. Aswadi
Nursehan (paling kiri) duduk di teras rumahnya menunggu kepastian kabar sang suami yang menjadi korban kapal karam di Malaysia, Jumat 17 Desember 2021. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR – Perasaan Nursehan (35) berkecamuk begitu mendapat kabar suaminya, Murdi (35), menjadi korban kapal karam di perairan Johor Bahru, Malaysia.

Ibu dua anak ini hanya bisa menangis memikirkan nasib sang suami di negeri orang.

Dia benar-benar tak menyangka kapal yang ditumpangi sang suami terbalik dalam perjalanan mencari nafkah ke negeri tetangga, Kamis 16 Desember 2021 pukul 05.00 waktu setempat.

Baca juga: Dua Pekerja Migran Asal NTB Dipastikan Meninggal Dalam Kapal Karam di Malaysia

Baca juga: Enam Pekerja Migran NTB Jadi Korban Kapal Karam di Malaysia

”Perasaan te jaq deq ketaon idap rase, nuq ngelau ngelayat, loeq laloq perasaq angen te,” kata Nursehan dalam bahasa Sasak, pada TribunLombok.com, Jumat 17 Desember 2021.

Artinya. “Perasaan saya sudah tidak karuan, pikiran melayang (hampa), rasanya campur aduk,” katanya.

Hingga saat ini, Nursehan belum bisa tidur tenang karena belum ada kejelasan, apakah suaminya masih hidup atau sudah meninggal dunia.

”Saya mendapat kabar dari temannya yang selamat, dia (Murdi) belum ditemukan,” katanya.

Keluarga korban kapal karam di Malaysia menunggu kepastian kabar Murdi yang masih dinyatakan hilang dalam insiden  tersebut, Jumat 17 Desember 2021.
Keluarga korban kapal karam di Malaysia menunggu kepastian kabar Murdi yang masih dinyatakan hilang dalam insiden tersebut, Jumat 17 Desember 2021. (Dok. Aswadi)

Dari kampung halamannya di Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, dia hanya bisa berdoa dan berharap sang suami ditemukan dalam kondisi selamat.

Nursehan menuturkan, Rabu malam 15 Desember 2021, saat rombongan Pekerja Migran Indonesia (PMI) hendak naik kapal nahas itu, dia dan sang suami sempat berkomunikasi lewat sambungan telepon.

Malam itu, Murdi video call dengan sang istri dan anaknya paling kecil Asyifa Anggraini (4,5). Dalam percakapan itu Murdi dia pamitan kepada sang anak dengan melambaikan tangan.

Murdi meminta anaknya itu rajin belajar, rajin mengaji, dan sekolah agar menjadi orang pintar.

Kepada sang istri, dia meminta agar menjaga dua anak mereka dengan baik, yakni Iin (14) dan Asyifa Anggraini (4,5).

“Mudah-mudahan kita dipertemukan kembali,” tutur Nursehan, menceritakan kata-kata terakhir sang suami.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved