NTB
Enam Pekerja Migran NTB Jadi Korban Kapal Karam di Malaysia
Penulis: Sirtupillaili | Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Enam orang korban kapal karam di Johor, Malaysia teridentifikasi berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB).
Berdasarkan bukti-bukti dokumen yang ditemukan Satgas KJRI Johor Bahru di lokasi kapal karam, Kamis (16/12/2021).
Satgas KJRI menemukan 11 dokumen identitas penumpang kapal berupa paspor, copy kartu keluarga, copy kartu vaksin, hingga bukti PCR.
Dalam dokumen tersebut tercantum alamat para penumpang kapal. Dari 11 dokumen, 6 orang diantaranya tertulis berasal dari NTB.
Diantaranya kartu keluarga atas nama Gunaman, warga Ramban Bela, Desa Lenek Rabanbiak, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur.
Baca juga: Kapal PMI Karam di Malaysia, Pemprov NTB Cek Keberadaan Warganya
Kartu sertifikat vaksin atas nama Yoan Eki Sudiatma, asal Desa Kedongdong Daya, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur.
Kemudian Dedi Suryadi, warga Desa Anjani Timur, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur.
Muhammad Nasir, asal Desa Balemontong, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
Selanjutnya warga atas nama Syamsuddin, asal Desa Pemasah, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.
Serta Alwi, asal Desa Mampe, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.
Sementara empat dokumen lainnya menyebut korban berasal dari Jember atas nama Fatimah.
Kemudian Andy Maulana, Nasirah, dan Tukiman Martameja asal Cilacap, Jawa Tengah.
Baca juga: Korupsi Dana Desa Rp 1 M, Mantan Sekdes di Lombok Utara Dituntut 7,5 Tahun Penjara
Baca juga: Cegah Klaster Covid-19, Polda NTB Awasi Penerapan Prokes saat Libur Nataru
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi mengatakan, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dan meminta informasi terbaru terkait para korban asal NTB.
Berdasarkan informasi yang diterima dari KJRI Johor Bahru, kapal yang mengangkut 50 orang WNI tersebut karam di perairan Pantai Tanjung Balau, Kota Tinggi, Johor, Malaysia, Kamis (16/12/2021), pukul 05:00 waktu setempat.
Akibat kecelakaan tersebut, 11 orang penumpang ditemukan meninggal dunia, 14 orang selamat, dan 25 orang belum diketahui keberadaannya alias hilang.
Diduga kapal karam saat menurunka penumpang di Tanjung Balau lalu dihantam ombak akibat cuaca buruk.
Akibat dihantam ombak kapal dalam posisi terbalik di tepi pantai dan ditemukan 1 orang meninggal terperangkap dalam kapal.
Sementara jasad 10 orang lainnya ditemukan di daratan sekitar 30 meter dari tepi pantai.
Kecepatan angin di pantai Tanjung Balau sekitar 50-60 km/jam dengan ketinggian ombak 3-5 meter. Di samping itu Tanjung Balau juga dilanda hujan disertai petir.
Berita terkini di NTB lainnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/ilustrasi-kapal-karam-5.jpg)