NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

3 Tanda dan Gejala Tumbuh Gigi pada Bayi

Tumbuh gigi sering disertai dengan berbagai tanda dan gejala yang dapat membuat bayi tidak nyaman.

Penulis: Wulan Kurnia Putri | Editor: wulanndari
twins.org.au
Ilustrasi Bayi. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Tumbuh gigi pada bayi biasanya dimulai pada usia enam bulan dan pada usia tiga tahun semua gigi pertama muncul.

Proses ini membantu bayi untuk memulai mengkonsumsi makanan padat dan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Tumbuh gigi, meskipun merupakan fase normal pada anak-anak yang sedang tumbuh.

Tumbuh gigi sering disertai dengan berbagai tanda dan gejala yang dapat membuat bayi tidak nyaman.

Hal ini pun terkadang dapat membuat frustrasi orang tua.

Dikutip dari Blodsky, inilah 3 tanda dan gejala tumbuh gigi pada bayi.

Baca juga: Apa Itu Ruam Popok pada Bayi? Kenali Penyebab hingga Cara Mengatasinya

1. Mengiler

Mengiler didefinisikan sebagai hilangnya air liur yang tidak disengaja dari mulut bayi.

Ini adalah gejala tumbuh gigi yang umum pada semua bayi dan dianggap sebagai tanda perkembangan yang sehat.

Air liur pada bayi dapat dengan mudah dikelola dengan menyeka wajah atau mengganti pakaian.

Namun, air liur berlebih dapat memalukan secara sosial dan dapat disebabkan oleh kondisi medis tertentu seperti gangguan psikologis.

2. Peningkatan gigitan

Ada banyak alasan mengapa bayi mulai menggigit, termasuk tumbuh gigi.

Jika bayi tiba-tiba mulai mengisap jari, mengunyah mainan keras, atau memasukkan semua benda ke dalam mulutnya, itu bisa menjadi tanda tumbuh gigi.

Tumbuh gigi dapat menyebabkan pembengkakan, nyeri atau iritasi pada gusi, dan mengunyah benda-benda sering kali membantu meredakannya.

Anda dapat mengurangi rasa sakit dan iritasi dengan menekan gusi dengan lembut atau memberi mereka es.

3. Meningkatnya tangisan

Rasa sakit dan iritasi akibat tumbuh gigi dapat mengiritasi bayi dan membuatnya menangis karena kesakitan.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua bayi menderita sakit karena beberapa mungkin tidak merasakannya dan melewati fase tersebut tanpa gejala apapun.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved