Aset Rp 2,3 Triliun di Gili Trawangan Kembali ke Tangan Pemprov NTB

Menteri Investasi Indonesia merangkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia menyerahkan SK terkait kerja sama dengan PT GTI

Dok. FB Bang Zul Zulkieflimansyah
ASET GILI: Menteri Investasi Indonesia Bahlil Lahadalia (tiga dari kanan) dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah (dua dari kanan) menyapa tokoh masyarakat Gili Trawangan, Sabtu (11/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK UTARA - Menteri Investasi Indonesia merangkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, menyerahkan surat keputusan (SK) terkait pemutusan kontrak kerja sama dengan PT Gili Trawangan Indah (GTI).

SK tersebut diserahkan langsung Bahlil Lahadalia kepada Gubernur Provinsi NTB Zulkieflimansyah, di Gili Trawangan, Sabtu (11/9/2021).

Penyerahan SK rekomendasi pemutusan kontrak investor tersebut disambut gembira masyarakat Gili Trawangan.

Kini, lahan 65 hektare (ha) yang selama ini dikuasai PT GTI kembali ke tangan pemerintah daerah.

Puluhan tahun hak pengelolaan aset tersebut diserahkan ke investor. Tetapi PT GTI gagal merealisasikan rencana investasinya.

Baca juga: Penyeberangan dari Sumbawa ke Lombok Kini Hanya 30 Menit

Kontrak kerja sama ditekan PT GTI dan Pemprov NTB tahun 1995 dengan kewajiban menyerahkan royalti Rp 22,5 juta per tahun.

Dalam perjalanannya, lahan tersebut tidak dikelola sebagaimana perjanjian.

Tonton juga:

Sehingga warga lokal membangun usaha hotel restoran. Hingga  sekolah dan rumah ibadah di laha itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved