Breaking News:

Gubernur NTB Temui Warga Gili Trawangan, Janji Pengelolaan Aset Untungkan Masyarakat

Gubernur  Provinsi NTB Zulkieflimansyah menegaskan, kesejahteraan masyarakat menjadi  ruh utama dalam penyelesaian lahan di Gili Trawangan.

(Dok. Pemprov NTB)
SENGKETA ASET: Gubernur NTB Zulkieflimansyah berkunjung ke Gili Trawangan dan berdialog dengan warga dalam rangka menyelesaikan persoalan aset di kawasan tersebut, Jumat (30/7/2021). (Dok. Pemprov NTB) 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK UTARA - Gubernur  Provinsi NTB Zulkieflimansyah menegaskan, kesejahteraan masyarakat menjadi  ruh utama dalam penyelesaian lahan di Gili Trawangan.

Pihaknya bersama seluruh instansi terkait, termasuk kejaksaan terus berupaya menyelesaikan persoalan lahan negara seluas 65 hektare yang hingga kini masih dikelola PT Gili Trawangan Indah (GTI).

”Sebagai gubernur yang dipilih oleh rakyat, tentu amanat dan mandat rakyat ini akan kami perjuangkan," jelas Gubernur NTB Zulkieflimansyah, saat berdialog dengan para tokoh masyarakat, pemuda, dan warga di halaman Masjid Raya Baiturahman, Gili Trawangan, Lombok Utara, Jumat (30/7/2021).

Gubernur NTB tegas membantah berbagai isu miring yang beredar terkait penyelesaian lahan GTI.

Baca juga: RESMI Nilai Ambang Batas SKD CPNS NTB 2021, Passing Grade TKP Kebutuhan Umum Naik

"Tidak benar gubernur terima uang di bawah meja. Ini itu dan sebagainya. InsyaAllah kepentingan rakyat yang kami bela," tegasnya, di hadapan warga.

Hafiz, salah satu tokoh pemuda Gili Trawangan mengapresiasi kehadiran gubernur NTB kali ini.

SENGKETA ASET: Gubernur NTB Zulkieflimansyah berkunjung ke Gili Trawangan dan berdialog dengan warga dalam rangka menyelesaikan persoalan aset di kawasan tersebut, Jumat (30/7/2021). (Dok. Pemprov NTB)
SENGKETA ASET: Gubernur NTB Zulkieflimansyah berkunjung ke Gili Trawangan dan berdialog dengan warga dalam rangka menyelesaikan persoalan aset di kawasan tersebut, Jumat (30/7/2021). (Dok. Pemprov NTB) (Dok. Pemprov NTB)

Menurutnya kedatangannya bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat sekaligus menenangkan.

”Kami sangat mendukung upaya gubernur agar aset pemerintah ini dikelola sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat setempat," tuturnya.

Menurutnya, sejak kesepakatan kontrak produksi puluhan tahun lalu, kewajiban PT GTI untuk  mengelola dan membangun fasilitas pendukung pariwisata  tidak dilakukannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved