Lebaran 2021
Bukan Mohon Maaf Lahir Batin, Ini Arti Minal Aidin Wal Faizin yang Sebenarnya
Sering diucapkan saat lebaran, ternyata Minal Aidin Wal Faizin artinya bukan mohon maaf lahir batin. ini arti sebenarnya
TRIBUNLOMBOK.COM - Sering diucapkan saat lebaran, ternyata Minal Aidin Wal Faizin artinya bukan mohon maaf lahir batin. ini arti sebenarnya.
Ucapan selamat Idul Fitri paling populer adalah minal aidin wal faizin.
Ucapan tersebut kemudian diikuti kalimat mohon maaf lahir batin.
TONTON JUGA:
Banyak orang yang mengira, arti minal aidin wal faizin adalah mohon maaf lahir batin. Padahal tidak demikian.
Lantas apa arti minal aidin wal faizin yang kerap diucapkan saat lebaran?
Baca juga: Dapat Hampers Spesial dari Syahrini dan Suami, Yuni Shara dan Krisdayanti Girang Baca Isi Surat
Baca juga: Resep Bumbu Opor Ayam dan Lontong Sayur Khas Rumah, Cocok untuk Menu Lebaran
Baca juga: Bagaimana Hukum Pasutri Berhubungan Badan di Malam Takbiran? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad
Baca juga: Zakat Fitrah Wajib Dibayarkan saat Bulan Ramadan, Bagaimana jika Lupa? Ini yang Sebaiknya Dilakukan
Berikut ini penjelasannya:
Ungkapan minal aidin wal faizin merupakan penggalan dari sebuah doa berbunyi: ja`alana llahu wa iyyakum minal `aidin wa al-faizin.
Bila diartikan 'semoga Allah menjadikan kita tergolong orang-orang yang kembali dan memperoleh kemenangan.'
Demikian dikutip Tribunnews.com dalam artikel yang ditulis Musdah Mulia, cendekiawan Islam.
Sementara itu, dikutip dari konsultasisyariah.com, ucapan minal aidin wal faizin menurut seorang ulama tidaklah berdasarkan dari generasi para sahabat atau para ulama setelahnya (Salafus Salih).
Perkataan ini mulanya berasal dari seorang penyair pada masa Al-Andalus, yang bernama Shafiyuddin Al-Huli.
Saat itu, ia membawakan syair yang konteksnya mengisahkan dendang wanita di hari raya (Dawawin Asy-Syi’ri Al-‘Arabi ‘ala Marri Al-Ushur, 19:182).
Sumber lain menyebutkan, pada zaman Khilafiah Rasyidin, ucapan minal aidin wal faizin dipakai sebagai ungkapan bangga atas kemenangan perang yang sebenarnya, semisal Perang Badar.
Jika dimaknai dalam konteks peperangan, akan berbunyi 'Semoga Termasuk dari Orang-orang yang Kembali (dari perang) dan sebagai Orang yang Menang (dalam setiap Perjuangan Islam).'