Breaking News:

Jurnalisme Data dan Komputasi untuk Menangkal Disinformasi di Masa Pandemi

DCJ Workshop and Conference didukung Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta memberikan pelatihan jurnalisme data dan komputasi kepada 31

Penulis: Sirtupillaili
Editor: Wulan Kurnia Putri
Dok. DCJ
PELATIHAN DARING: Sesi penutupan pelatihan jurnalisme data dan komputasi DCJ, secara daring untuk wilayah Makassar, Bali dan Lombok.   

”Pelatihan ini juga mengeratkan relasi antara Indonesia dan AS,” ujarnya.

Menurut Angie Mizeur, dalam situasi pandemi, jurnalis memiliki peran penting dengan memberikan informasi akurat terkait COVID-19.

Seperti pemberitaan terkait kasus Covid-19, kebijakan pemerintah, tanggapan masyarakat, temuan ahli medis, dan analisis bidang kesehatan.

”Jurnalis dalam hal ini berada di barisan depan dalam memerangi disinformasi kepada publik,” katanya.

Munculnya berbagai data terkait Covid-19, baik dari pemerintah maupun lembaga non-profit (LSM) dapat membantu jurnalis menghasilkan pemberitaan yang lebih baik.

Tapi sebaliknya, hal itu juga bisa membingungkan jurnalis.

Sebab sebagian data terkadang tidak konsisten dan terintegrasi di antara berbagai organisasi dan lembaga pemerintah.

Minimnya pengetahuan tentang jurnalisme data, membedakan data dengan format yang benar juga menghambat jurnalis memahami dan mengolah data dari narasumber.

Karena itu, DCJ menyadari pelatihan sangat penting dilakukan untuk jurnalis.

“DCJ ingin membekali wartawan dengan keterampilan dan pengetahuan yang luas untuk menghindari disinformasi sebelum, selama, dan setelah wabah,” katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved