Breaking News:

Nasib Para Oknum yang Beri Komentar Negatif KRI Nanggala: Dicambuk hingga Terancam Hukuman Penjara

Hukuman yang didapat para oknum pemberi komentar negatif soal Nanggala 402 di media sosial, terancam dicambuk hingga hukuman penjara

Dok. FB Benji
Kapal selam KRI Nanggala-402 saat singgah di perairan Lombok, tepatnya di kawasan Gili Trawangan, tahun 2013 silam - Hukuman yang didapat para oknum pemberi komentar negatif soal Nanggala 402 di media sosial, terancam dicambuk hingga hukuman penjara 

TRIBUNLOMBOK.COM - Hukuman yang didapat para oknum pemberi komentar negatif soal Nanggala 402 di media sosial, terancam dicambuk hingga hukuman penjara.

Diketahui, ada tiga oknum di wilayah berbeda yang diciduk kepolisian setelah berkomentar negatif soal tragedi KRI Nanggala-402.

Pertama, seorang warga Kecamatan Medan Marelan, Medan, Sumatera Barat bernama Imam Kurniawan yang diduga melecehkan istri korban KRI Nanggala-402.

Lalu kedua, sosok calon presiden fiktif, Nurhadi, yang sempat viral pada 2019 lalu.

Hingga ketiga, anggota polisi di Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bernama Aipda Fajar Indriawan.

Baca juga: Komentar Negatif soal Tragedi KRI Nanggala-402, Dua Sosok Ini Terancam Dibui

Baca juga: Oknum Polisi Hujat ABK KRI Nanggala-402, Begini Nasibnya Kini: Tes Kejiwaan hingga Ancaman Pidana

Ketiganya diciduk oleh polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Lantas, bagaimana nasib mereka kini?

Imam Kurniawan yang bekerja sebagai petani akhirnya diberi tindakan dengan dicambuk setelah berkomentar buruk.

Kemudian, sosok Nurhadi masih menjalani pemeriksaan dan terancam hukuman hingga 6 tahun penjara.

Terakhir, anggota polisi Aipda Fajar telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini berada di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Halaman
1234
Editor: wulanndari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved