Breaking News:

Polisi Sita 8 Dus Petasan Berbahaya di Lombok Tengah

Awal Ramadhan, personel Satuan Samapta Polres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) merazia para pedagang petasan di Kota Praya.

Dok. Polres Lombok Tengah
RAZIA PETASAN: Personel Satuan Samapta Polres Lombok Tengah merazia dan menyita petasan berbahaya, Rabu (14/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH – Awal Ramadhan, personel Satuan Samapta Polres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) merazia para pedagang petasan di sejumlah titik, di Kota Praya.

Dalam razia Rabu (14/4/2021) tersebut, polisi menyita sekitar 8 dus petasan dan kembang api beragam merek.

Para pedagang hanya bisa pasrah dagangannya diambil petugas.

”Kita sita karena ada yang tidak memiliki izin dan jenis yang dijual memiliki daya ledak cukup besar. Ini berbahaya,” kata Kasat Samapta Polres Lombok Tengah Iptu Amrozi Hamidi, dalam keterangan persnya, Kamis (15/4/2021).

RAZIA PETASAN: Personel Satuan Samapta Polres Lombok Tengah merazia dan menyita petasan berbahaya, Rabu (14/4/2021).
RAZIA PETASAN: Personel Satuan Samapta Polres Lombok Tengah merazia dan menyita petasan berbahaya, Rabu (14/4/2021). (Dok. Polres Lombok Tengah)

Ia menjelaskan, patroli dan razia petasan baru dilaksanakan di seputaran Kota Praya.

”Kegiatan ini kami laksanakan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat muslim yang  menjalankan ibadah puasa," katanya.

Sesuai perintah Kapolres Lombok Tengah, selama bulan Ramadhan, polisi akan meningkatkan razia petasan untuk mencegah timbulnya gangguan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

Baca juga: Pekerja Migran Banyak Dipecat, Penyaluran KUR TKI di NTB Melorot

Baca juga: Rp 1,9 Triliun DAK Fisik untuk NTB Terancam Hangus, Tenggat Waktu 10 Pemda sampai Juli

Baca juga: Kain Tenun NTB Modis Dijadikan Pakaian Sehari-hari  

Selain itu, razia petasan juga merujuk surat edaran Bupati Lombok Tengah Nomor 338 Tahun 2021.

Pada poin 12 dijelaskan tentang larangan memperjualbelikan petasan, menyalakan petasan, kembang api, dan sejenisnya selama Ramadhan.

Petasan dan kembang api yang dianggap berbahaya akan disita petugas.

Selain dapat menggangu umat Islam puasa, petasan juga dapat mengancam keselamatan jiwa masyarakat.

Ia berharap, upaya menjaga keamanan dan ketertiban itu bisa berjalan aman dan tetap kondusif sampai hari raya mendatang.

(*)

Penulis: Sirtupillaili
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved