Breaking News:

Pekerja Migran Banyak Dipecat, Penyaluran KUR TKI di NTB Melorot

Setelah naik tajam tahun 2020, pertumbuhan seluruh skema KUR triwulan I tahun 2021 NTB turun dibandingkan tahun sebelumnya

TribunLombok.com/Sirtupillaili
KREDIT USAHA RAKYAT: Kakanwil DJPb NTB Sudarmanto menjelaskan realisasi APBN di NTB, dalam keterangan pers, Rabu (14/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Pandemi Covid-19 membuat banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI) kehilangan pekerjaan.

Banyak diantara mereka harus pulang karena dipecat atau mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) di negara penempatan.

Selain berpotensi menambah pengangguran, skema penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau PMI turun drastis tahun ini.  

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) NTB Sudarmanto menjelaskan, setelah naik tajam tahun 2020, pertumbuhan seluruh skema KUR triwulan I tahun 2021 turun dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Rp 1,9 Triliun DAK Fisik untuk NTB Terancam Hangus, Tenggat Waktu 10 Pemda sampai Juli

Penurunan paling tajam dialami skema KUR TKI.

Jika tahun lalu jumlah debitur KUR TKI 531 debitur, tahun ini hanya 45 debitur dengan pinjaman Rp 636 juta.

Tonton Juga :

Hal itu tidak lepas dari situasi pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia saat ini.   

”Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan pemutusan hubungan kerja di banyak negara,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) NTB Sudarmanto, dalam keterangan pers, di kantornya, Rabu (14/4/2021).  

Baca juga: Penerimaan Pajak Nusa Tenggara Tumbuh 5,24 Persen di Masa Pandemi

Halaman
12
Penulis: Sirtupillaili
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved