Breaking News:

BNNP NTB: Semakin Banyak Perempuan Terjerat Bisnis Narkoba

Bisnis narkoba saat ini semakin banyak menjerat kaum perempuan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
TribunLombok.com/Sirtupillaili
NARKOBA: Pasangan suami istri PR dan MM memasukkan sabu ke dalam mesin blender, saat pemusnahan barang bukti, Kamis (8/4/2021). Mereka tertangkap menyelundupkan sabu melalui Bandara Lombok, 11 Februari 2021. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Bisnis narkoba saat ini semakin banyak menjerat kaum perempuan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Beberapa kasus yang diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB dan Polda NTB, pengedar dan bandar tidak hanya laki-laki tetapi juga perempuan.

Di samping itu, penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan sebagian besar dari kasus narkoba.  

”Kami menemukan data, 80 persen penghuni Lapas Perempuan merupakan narapidana kasus narkoba,” ungkap Kepala BNN Provinsi NTB Brigjen Pol I Gde Sugianyar Dwi Putra, dalam keterangan pers, Kamis (8/4/2021).

Tren keterlibatan perempuan dalam bisnis narkoba, kata Sugianyar, menunjukkan bisnis tersebut semakin berbahaya dan masuk ke semua kalangan.

Baca juga: Bakamla dan BNNP NTB Awasi Peredaran Narkoba di Selat Lombok dan Pelabuhan Sape

Baca juga: BNN NTB Musnahkan Narkoba Senilai Rp 2 Miliar , Ganja Kering 4 Kilo Lebih

Baca juga: Belum Genap Setahun Bebas, Artis Agung Saga Kembali Ditangkap Polisi Terjerat Narkoba Lagi

”Kita perlu terus meningkatkan kewaspadaan,” imbuhnya.

Meski demikian perang melawan pengedar narkoba tidak akan pernah surut.

Selain menangkap dan menahan para pelaku, salah satu upaya yang dilakukan adalah memiskinkan para bandar dan pengedar narkoba.

Harta kekayaan para bandar dan pengedar hasil bisnis narkoba akan ditelusuri dan dikenakan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

”Kita miskinkan para bandar narkoba ini,” tegasnya.

Dengan langkah itu, diharapkan mereka tidak punya daya dan kekayaan lagi untuk menjalankan bisnis haramnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved