Breaking News:

Bos Resto dan Karyawan Bikin Hoax tentang Perampokan di NTB, Minta Maaf Setelah Ceritanya Viral

Cerita viral tentang perampokan dan pembegalan di Jalan dr Soedjono, Lingkar Selatan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) ternyata bohong.

Penulis: Sirtupillaili
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Dok. Polresta Mataram
KETENANGAN PERS: Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa (tengah) bersama NN dan HM, dalam keterangan pers, di markas Polresta Mataram, Selasa (15/12/2020).  

Penyidik lalu mengklarifikasi sejumlah pihak.

Ternyata pesan berantai itu awalnya disebar oleh pemilik Rajungan Resto di sebuah Group WhatsApp.

"Supaya tidak miss persepsi, apalagi pesan itu membuat warga takut melintas di Jalan Lingkar, makanya korban dan yang membuat pesan kami hadirkan ke kepolisian,’’ ujar Kadek.

Baca juga: Potensi Lakalantas Akibat Cuaca Esktrem Tinggi, Polda NTB: Hati-hati Terutama saat Hujan

Baca juga: Rekrutmen CPNS Dibuka Maret 2021, Pemprov NTB Ingin 3.278 Guru Honorer Jadi PPPK

Terkait laporan tentang pencurian sepeda motor milik korban NN tetap dilakukan penyelidikan.

"Kami maksimal mencari pelakukanya. Identitasnya sudah kami kantongi,’’ kata Kadek.

Atas kejadian itu, Kadek mengimbau warga berhati-hati menyebarluaskan informasi yang belum teruji kebenarannya.

Warga bisa ditangkap karena melanggar Pasal 45 a ayat (1) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE, dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara.

"Ini edukasi kami kepada masyarakat supaya jangan mudah percaya. Tolong diperjelas dulu informasi yang diterima,’’ imbuhnya.

Sementara itu, HM (45), pemilik Rajungan Resto mengakui, dirinya pertama kali menuliskan pesan yang tersebar di WhatsApp tersebut.

Awalnya ia menerima informasi salah seorang karyawannya yang mengaku dibegal dan dirampok di Jalan Lingkar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved