Breaking News:

Pabrik Sabu di Rumah seorang Ustaz Dikendalikan Seorang Narapidana Buronan Interpol

Ustaz SS (45), warga Pringgasela, Lombok Timur tidak sendiri dalam menjalankan pabrik sabu di rumahnya.

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Dok. Polda NTB
PENGEDAR SABU: Beberapa orang tersangka bandar dan pengedar sabu di Lombok Timur yang ditangkap Polda NTB, Sabtu (21/11/2020).  

Karena dulu pernah mengajar ngaji, SS oleh rekan-rekannya sesama bandar dan pengedar dipanggil ustad.

Perbuatan SS memang sangat disesalkan.

Tapi menurut Helmi Kwarta, peredaran narkoba saat ini tidak kenal jenis pekerjaan dan profesi.

Seperti SS, meski dia dahulu seorang ustad, mengajar orang-orang membaca Al-Quran, tapi tergiur juga menjadi bandar narkoba.

Itu karena keuntungan dari transaksi narkoba sangat mudah dan menjanjikan.

"Siapa yang tidak tergoda jadi bandar narkoba kalau uangnya banyak," katanya.

Misalnya, bila sekali ngajar SS hanya mendapat upah Rp 50 ribu, tiba-tiba dapat uang banyak dari jual sabu, SS pun memilih jalan pintas. 

"Dapat uang banyak lupa dia," kata Helmi Kwarta.

Baca juga: Bandar dan Pengecer Narkoba Bima Dibekuk, Sempat Melawan dan Punya Senjata Api Rakitan

Baca juga: Gubernur NTB Respons Cepat Curhat Pasien di Media Sosial, Bantu Warga Lumpuh di Lombok Timur

Baca juga: Tiga Penadah Barang Curian Asal Lombok Timur Diciduk Porles Lombok Tengah

Selain membuat pabrik sabu di rumahnya, SS selama ini juga merupakan bandar narkoba.

Untuk menjalankan bisnis haram pabrik sabu rumahan, SS punya mentor pribadi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved