NTB

Diprotes Warga, Saluran di Sepanjang Jalan Kediri-Kuripan Dinormalisasi

ISTIMEWA
NORMALISASI SALURAN - Balai Pemeliharaan Jalan (BPJ) Pulau Lombok melakukan normalisasi saluran di sepanjang ruas jalan Kediri-Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Sebelumnya warga melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di ruas jalan ini. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Warga menanam pohon pisang di ruas jalan Kediri-Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.

Menanggapi keluhan warga, Balai Pemeliharaan Jalan (BPJ) Pulau Lombok melakukan normalisasi saluran di sepanjang ruas jalan yang memiliki panjang 5,3 kilometer ini. 

Kepala BPJ Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Nusa Tenggara Barat (NTB) Kusnadi menyampaikan, kondisi di sepanjang jalan itu terdapat endapan yang menyebabkan fungsi saluran terganggu. 

"Akibatnya air berisiko meluap ke badan jalan, mempercepat kerusakan dan mengganggu lalu lintas jalan," kata Kusnadi, Selasa (16/9/2025). 

Kusnadi mengatakan ruas milik jalan (Rumijan) ini memiliki peranan penting sebagai ruang pengamanan. 

Baca juga: Warga Kediri Lombok Barat Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan Rusak

Rumijan merupakan bahu jalan, saluran hingga jalur utilitas, dari semua bagian tersebut saluran memiliki peran vital, untuk memastikan tidak ada luapan di jalan yang menyebabkan kerusakan jalan lebih cepat. 

"Namun keberadaan sedimen, sampah serta pelat beton permanen yang menutup membuat fungsi saluran terganggu," kata Kusnadi. 

Kusnadi mengatakan normalisasi saluran ini dilakukan bersama warga setempat.

Selain itu dilakukan identifikasi terhadap titik pelat beton permanen. 

"Langkah ini dilakukan agar aliran lancar, mencegah genangan saat musim hujan, menjaga kondisi jalan tetap kering serta awet," kata Kusnadi. 

Kusnadi berharap kegiatan normalisasi semacam ini rutin dilakukan untuk menjaga fungsi saluran sehingga bisa memberikan kenyamanan dan keamanan kepada pengendara yang melintas. 

Warga Protes Jalan Rusak

JALAN RUSAK - Pengendara melintas di Dusun Bangket Dalem, Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Lombok Barat yang jalanannya ditanami pohon pisang karena berlubang.
JALAN RUSAK - Pengendara melintas di Dusun Bangket Dalem, Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Lombok Barat yang jalanannya ditanami pohon pisang karena berlubang. (TRIBUNLOMBOK.COM/WAWAN SUGANDIKA)

Sejumlah warga Dusun Bangket Dalem, Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Lombok Barat melakukan aksi protes atas jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki pemerintah.

Aksi protes ini dilakukan dengan menanam pohon pisang tepat di lubang jalan.

Aksi dilakukan lantaran jalan yang menjadi penghubung menuju bypass kerap menimbulkan genangan air sehingga masuk ke rumah warga saat musim hujan. 

Kondisi ini yang membuat masyarakat geram.

“Kalau hujan airnya naik ke rumah warga. Pohon pisang ini jadi bentuk protes kami, karena jalan ini tak kunjung diperbaiki,” ucap seorang warga Ainul saat dikonfirmasi, Selasa (16/9/2025).

Kondisi jalan yang rusak ini tak hanya memicu banjir tetapi juga telah menimbulkan korban dari kalangan pengendara.

“Banyak orang jatuh kalau lewat sini, entah sudah berapa kali kejadian. Pokoknya sudah sering sekali,” tambahnya.

Warga lainnya Irfan Hakim, mengatakan kerusakan jalan sudah berlangsung bertahun-tahun. 

Meski pernah terdengar kabar akan ada perbaikan, namun hingga kini tidak ada tindak lanjut.

“Sampai sekarang belum ada kabar untuk diperbaiki. Malah jalan menuju Praya yang duluan diperbaiki,” ujarnya.

Warga bergotong royong memperbaiki jalan dengan biaya patungan secara mandiri.

“Kadang warga inisiatif perbaiki sendiri, patungan dan sebagainya, untuk memperbaiki jalan tersebut secara mandiri,” tegas Irfan.

Seorang pengguna jalan Ahmad Madani menilai, kondisi jalan tersebut bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari tetapi juga membahayakan keselamatan.

“Kami kewalahan. Ini jalur kerja juga, jalur penghubung ke bypass. Kami yang kerja di lapangan jadi susah kalau lewat sini,” katanya.

(*)