Opini
Tumbuh 13,64 Persen Tapi Dibilang Rapuh: Salah Baca atau Salah Narasi?
Menyebut ekonomi NTB rapuh di tengah pertumbuhan lintas sektor bukanlah analisis yang utuh, melainkan penyederhanaan yang prematur.
Pada akhirnya, persoalan ini bukan sekadar tentang angka pertumbuhan, tetapi tentang kejujuran dalam membaca fakta. Kritik yang sehat harus berdiri di atas data yang utuh, bukan potongan data yang dipilih untuk mendukung narasi tertentu.
Karena dalam ekonomi, sebagaimana dalam kebijakan publik, yang diuji bukan hanya kinerja, tetapi juga integritas dalam memahami realitas. Dan dalam konteks ini, data telah berbicara jauh lebih jelas daripada narasi yang dipaksakan.
Pada akhirnya, data telah menunjukkan bahwa ekonomi NTB tumbuh kuat dan bergerak lintas sektor. Jika di tengah fakta seperti itu masih ada yang menyebutnya rapuh, maka persoalannya bukan lagi pada ekonomi, melainkan pada cara membaca realitas.
Karena ketika data tidak lagi dijadikan dasar, melainkan disesuaikan dengan narasi, yang runtuh bukan ekonomi, tetapi integritas dalam berpikir.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Khalik-AK-26.jpg)