Senin, 18 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Event di NTB Tahun 2026 Diharapkan Terintegrasi Sains hingga Nilai Global

Sebuah event yang sukses harus memenuhi tiga kriteria utama, yaitu unik, menarik, dan logis

Tayang:
Istimewa
EVENT NTB - Sirajuddin, Direktur Mandalika Internasional Festival (MIF), sekaligus Vice President APIEM UK dan Dosen Poltekpar Lombok, saat berfoto bersama Kandidat Doktor Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPBI), Prof. David Haind. Sebuah event yang sukses harus memenuhi tiga kriteria utama, yaitu unik, menarik, dan logis. 

Ringkasan Berita:
  • Sebuah event yang sukses harus memenuhi tiga kriteria utama, yaitu unik, menarik, dan logis.
  • Masyarakat saat ini sudah mulai jenuh dengan format acara yang monoton.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Konsep penyelenggaraan acara atau event di Nusa Tenggara Barat (NTB) diharapkan tak hanya sekedar seremonial semata. 

Namun diharapkan bisa menjadi sebuah festival pengetahuan yang mengintegrasikan berbagai aspek kehidupan masyarakat. 

Hal tersebut ditekankan Vice President Asia Pacific Institute for Events Management (APIEM) United Kingdom (UK), Sirajuddin setelah dikonfirmasi, Rabu (31/12/2025).

Sirajuddin yang juga Direktur Mandalika Internasional Festival (MIF) itu mengungkapkan bahwa masyarakat saat ini sudah mulai jenuh dengan format acara yang monoton. 

“Event ke depan ini tidak bisa lagi berdiri sendiri. Orang hanya melaksanakan tari-tari saja. Orang bosan juga kalau nonton tari, lagu-lagu saja," ucap Sirajuddin.

Baca juga: MIF Hadirkan Kreasi Anyaman Ketak pada berbagai Event di Mandalika Tahun 2026

Menurutnya, sebuah event yang sukses harus memenuhi tiga kriteria utama, yaitu unik, menarik, dan logis.

Unsur logis di sini merujuk pada integrasi antara kegiatan wisata dengan riset, sains, dan pengabdian masyarakat.

Pengunjung tidak hanya datang untuk berlibur tetapi juga untuk belajar dan terlibat langsung dalam pengembangan potensi lokal. 

Salah satu inovasi yang diusulkan Sirajuddin adalah membawa proses produksi kerajinan lokal ke atas panggung. 

Pengunjung bisa melihat mulai dari bahan mentah hingga produk jadi, bahkan berkesempatan untuk belajar membuatnya secara langsung. 

Strategi ini bertujuan untuk menonjolkan nilai sejarah dan nilai global dari produk desa. 

“Saya suka kalau ada produk-produk kecil tapi nilai-nilai globalnya ada, memang dari desa tapi bisa mengangkat Indonesia," jelasnya.

Selain konsep acara, fokus pada pengembangan sumber daya manusia melalui sistem relawan juga menjadi sorotan.

Sirajuddin berencana memberikan pembekalan ilmu dan sains secara rutin kepada para relawan yang akan mengadakan event hingga ke  desa.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved