Kamis, 28 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Pelecing Kangkung Lombok: Sensasi Pedas Gurih yang Otentik

Kangkung air asli Lombok punya batang besar, tebal, namun lembut dan renyah saat digigit, menjadi ciri khas Pelecing Kangkung.

Tayang:
Editor: Laelatunniam
TRIBUNLOMBOK.COM/SIRTUPILLAILI
KULINER LOMBOK - Plecing kangkung, masakan khas Lombok. Kangkung air asli Lombok punya batang besar, tebal, namun lembut dan renyah saat digigit, menjadi ciri khas Pelecing Kangkung. Sambal terasi khas Lombok dan cara manual merobek kangkung serta mengulek bumbu pakai cobek membuat rasa pedas, gurih, dan segar tercampur sempurna. 
Ringkasan Berita:
  • Keistimewaan kangkung Lombok: Kangkung air asli Lombok punya batang besar, tebal, namun lembut dan renyah saat digigit, menjadi ciri khas Pelecing Kangkung.
  • Rahasia rasa: Sambal terasi khas Lombok dan cara manual merobek kangkung serta mengulek bumbu pakai cobek membuat rasa pedas, gurih, dan segar tercampur sempurna.

TRIBUNLOMBOK.COM - Bagi penulis tidak ada cara yang lebih baik untuk merayakan lidah selain dengan seporsi Pelecing Kangkung. Jika Anda sedang di Lombok, menu ini bukan sekadar pelengkap, melainkan identitas.

Ada sesuatu yang "nyeleneh" dan berbeda dari kangkung yang tumbuh di sini.

Pembedanya terletak pada kangkung airnya. Jangan bayangkan kangkung yang biasa kita temukan di pasar-pasar luar daerah.

Kangkung air asli Lombok punya batang yang besar, tebal, namun ketika digigit, teksturnya luar biasa lembut dan renyah.

Tribun Lombok sempat berbincang dengan seorang pedagang pelecing di kawasan lapak ikan Loang Baloq Kota Mataram.

Sambil tangannya lincah melayani pembeli, ia membeberkan rahasia dapur kesederhanaan menu ini.

"Bahan utamanya ya kangkung, tauge, kecambah kacang hijau, kacang tanah goreng, dan parutan kelapa," ujarnya.

Namun, jiwa dari pelecing sebenarnya ada pada sambalnya. Ia menjelaskan bahwa bahan bumbunya sederhana, cabai sesuai nyali, garam, tomat, dan yang paling krusial adalah terasi khas Lombok.

Perpaduan ini menciptakan aroma yang menggoda selera.

Cara meraciknya, pertama, kangkung direbus dalam air garam agar warnanya tetap hijau cantik.

Setelah tiris, kangkung tidak dipotong pisau, melainkan di-sesek atau dirobek-robek secara manual. Inilah yang membuat bumbu nantinya meresap sempurna ke sela-sela serat batang.

Untuk bumbunya, pedagang ini punya prinsip lama yang saya sepakati. "Bisa pakai blender, tapi paling enak tetap pakai cobek," bebernya. Tekstur ulekan tangan memang memberikan rasa yang lebih nikmat.

Proses penyajiannya pun estetik. Kangkung ditata rapi, ditumpuk taoge, kelapa parut, kecambah, lalu ditaburi kacang tanah goreng yang kriuk. Terakhir, sambal merah membara dituangkan di puncaknya.

Cara menikmatinya? warga Lombok menyarankan teknik tradisional, aduk rata semuanya menggunakan tangan. Saat semua elemen tercampur bumbu, sensasi pedas, asam segar dari tomat, dan gurihnya terasi akan meledak di mulut.

Harganya seporsi pun sangat ramah di kantong. Di lapak ini kita bisa memesan sesuai isi dompet, mulai dari Rp10.000. 

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved