NTB Makmur Mendunia
Kumpul di Sirkuit Mandalika, NTB NTT dan Bali Siap Salip Daerah Lain!
Penandatanganan MoU antara Bali, NTB, dan NTT akan memperkuat pertumbuhan ekonomi regional.
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Sirtupillaili
Ringkasan Berita:
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pemerintah Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menyepakati kerja sama pada lima sektor utama.
Kelima sektor tersebut yakni kerja sama bidang pariwisata, pengembangan energi baru terbarukan, konektivitas atau perhubungan, bidang perdagangan, dan sektor ekspor-impor.
Kesepakatan ini tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken oleh tiga gubernur langsung, di Sirkuit Pertamina Mandalika, Selasa (25/11/2025).
Penandatanganan MoU dilakukan Gubernur Bali I Wayan Koster, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Disaksikan perwakilan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), dan Bank Mandiri.
Penandatanganan MoU di Siruit Mandalika ini merupakan tindak lanjut pertemuan di Denpasar Bali, pada 3 November 2025 lalu.
Dalam pertemuan pertama tiga gubernur sepakat membentuk kerja sama regional dengan nama Kerja Sama Regional Bali Nusa Tenggara (KR-BNN).
Sebelum meneken MoU, ketiga provinsi melakukan rapat koordinasi untuk melakukan elaborasi potensi kerja sama di masing-masing daerah. Pertemuan berlangsung sekira tiga jam lebih.
Kerja Sama Dimulai 2026
Dalam sesi konferensi pers, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menjelaskan, dalam pertemuan kali ini sudah disepakati sektor bisnis apa saja yang akan menjadi bagian dari kerja sama ini.
"Kesepakatan lainnya yakni untuk segera menyelesaikan instrument hukumnya dengan menandatangani MoU dan PKS," kata Iqbal.
"Hari ini, tanggal 25 November 2025, kami menandatangani MoU antar tiga provinsi untuk membentuk KR-BNN. Insya Allah, pertemuan berikutnya tanggal 22 Desember di Labuan Bajo, NTT untuk menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Dengan demikian, pada tahun 2026, kerja sama ini dimulai," kata Iqbal kepada awak media.
Berbeda dengan pertemuan di Bali, pertemuan kali ini menghadirkan kalangan pelaku usaha. Diantaranya Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas beserta anak perusahaan yang relevan.
Di samping itu, perwakilan asosiasi-asosiasi usaha juga diikutsertakan dalam pertemuan.
"Kesepakatannya tadi, kita sudah mengelaborasi jenis-jenis kerja sama yang akan kita lakukan, khususnya di lima bidang. Pertama, pariwisata. Kedua, energi terbarukan. Ketiga konektivitas/perhubungan. Keempat, perdagangan, dan kelima ekspor-impor," ujar Iqbal.
Baca juga: Bali, NTB dan NTT Resmikan Kerja Sama Regional, Pariwisata hingga Energi Masuk Fokus Utama
Bali NTB NTT Punya Ikatan Historis
Sementara itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster mengatakan, ia sangat memahami Bali NTB dan NTT memiliki riwayat historis yang sangat baik.
Ketiga provinsi dulunya masuk dalam kategori Sunda Kecil dengan undang-undang yang sama. Sekarang sudah berdiri sendiri dengan undang-undang masing-masing.
| Forum Energi Terbarukan Internasional Digelar di NTB |
|
|---|
| Tutup KK-NTB 2026, Wagub NTB Harap Produk Lokal Bersaing di Pasar Global |
|
|---|
| Gubernur Iqbal Minta Manajemen RSUD NTB Segera Lakukan Transformasi Layanan |
|
|---|
| Utang Rp91,4 Miliar RSUD NTB Tuntas, Gubernur Iqbal: Kini Waktunya Berbenah |
|
|---|
| Gubernur NTB: Pengembangan UMKM Tak Cukup Hanya Lewat Pameran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/MoU-Bali-Nusra.jpg)