NTB
Tutup KK-NTB 2026, Wagub NTB Harap Produk Lokal Bersaing di Pasar Global
Penulis: Laelatunniam | Editor: Sirtupillaili
Ringkasan Berita:
- Produk UMKM asal NTB didorong untuk terus meningkatkan kualitas agar bisa bersaing di pasar global.
- Dalam tiga hari event KK-NTB 2026 omzet UMKM mencapai Rp645 Juta.
- Wagub NTB Hj Indah Dhamayanti Putri mengharapkan pembinaan terus dilakukan BI untuk membantu daya saing UMKM.
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM — Event Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KK-NTB) 2026 diharapkan tidak hanya sekedar menjadi ajang pameran produk. Ajang ini diharapkan menjadi ruang strategis untuk membangkitkan UMKM dan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
Harapan tersebut diutarakan Wakil Gubernur NTB Hj Indah Dhamayanti Putri, saat menutup KK-NTB, di Atrium Lombok Epicentrum Mall, Mataram, Minggu (17/5/2026).
"Kita ingin produk-produk lokal NTB tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujarnya, dalam acara penutupan.
Menurutnya, kekayaan budaya NTB merupakan kekuatan besar yang harus terus dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi, mulai dari wastra, kriya, kuliner, hingga kopi lokal yang menjadi identitas daerah.
Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB terus mendorong penguatan promosi, peningkatan kualitas produk, serta pembinaan UMKM agar mampu berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
Politisi Golkar yang akrab disapa Umi Dinda ini mengapresiasi peran kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB. Ia menilai konsisten mendampingi pelaku UMKM melalui pembinaan, kurasi produk, hingga perluasan akses pasar dan pembiayaan.
“Pendampingan seperti ini penting agar UMKM kita tidak hanya bertahan, tetapi benar-benar tumbuh dan naik kelas,” katanya.
Baca juga: KK-NTB 2026 Dibuka, Gubernur Dorong UMKM NTB Naik Kelas
Ia menegaskan, pelaksanaan KK-NTB ke depan harus terus berkembang dengan capaian yang semakin baik melalui penguatan kolaborasi dan inovasi antarpemangku kepentingan.
“Kita tidak boleh cepat puas dengan apa yang dicapai hari ini. Harus ada evaluasi dan target yang lebih besar agar dampaknya semakin dirasakan masyarakat,” tandasnya.
KK-NTB 2026 digelar selama tiga hari, tanggal 15-17 Mei, di Lombok Epicentrum Mall.
Selama tiga hari pelaksanaan, ratusan produk lokal NTB mendapat respons positif pasar dengan nilai transaksi mencapai ratusan juta rupiah serta komitmen pembiayaan miliaran rupiah bagi pelaku usaha.
Omzet UMKM Rp645 Juta
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario Kartiko Pamungkas, mengatakan KK-NTB 2026 menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat promosi produk unggulan daerah sekaligus membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kompetitif.
Menurutnya, pengembangan UMKM saat ini harus dibangun melalui kolaborasi lintas sektor agar mampu tumbuh bersama di tengah perubahan pasar dan perkembangan teknologi.
“Sekarang bukan lagi soal bersaing sendiri-sendiri, tetapi bagaimana membangun kolaborasi agar UMKM bisa berkembang bersama,” ujarnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, sebanyak 119 UMKM dari berbagai sektor ikut berpartisipasi, mulai dari wastra, kriya, dekorasi rumah, kuliner, hingga kopi lokal.
Bank Indonesia mencatat omzet transaksi UMKM selama kegiatan mencapai Rp645 juta atau meningkat 64,67 persen dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, komitmen pembiayaan perbankan kepada UMKM mencapai Rp20,55 miliar.
Kegiatan KK NTB 2026 ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada sejumlah pelaku UMKM dan mitra perbankan terbaik, mulai dari kategori Wirausaha Unggul Bank Indonesia, tenant ter-QRIS dengan transaksi terbanyak, hingga business matching perbankan UMKM.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Penuptan-KK-NTB.jpg)