Opini
Maulid Nabi, Jalan Cinta dan Hikmah
Hakikat peringatan bukanlah sekedar seremonial, melainkan bagaimana jejak Rasulullah SAW terpatri dalam hidup.
Cinta kepada Rasulullah SAW, adalah cinta yang menuntun. Ia bukan cinta yang berhenti pada seremonial, melainkan cinta yang menumbuhkan akhlak, menebarkan rahmat, dan menghidupkan sunnah.
Peringatan Maulid menjadi titik temu, antara ingatan akan lahirnya Sang Nabi dengan tekad untuk meneladani hidupnya.
Maka, siapa pun kita, yang memperingati ataupun yang tidak, marilah kita bertemu dalam satu tujuan, yaitu menjaga cinta kepada Rasulullah SAW, agar tetap hidup dalam dada kita. Karena mencintai Baginda Rasul SAW, berarti meneladani, meneladani berarti menjalankan Islam dengan penuh rahmat.
Ya Allah, jadikanlah Maulid Nabi-Mu Muhammad SAW, sebagai sebab bertambahnya cinta kami kepadanya, mendekatnya hati kami kepadanya, dan tetapkanlah kami di atas sunnahnya hingga kami berjumpa dengan-Mu dalam Ridha-Mu.
Aamiin, yaa Rabbal 'aalamiin
| Di Balik Pertumbuhan Ekonomi 13,64 Persen, Ada Pertanian yang Terabaikan |
|
|---|
| Membaca Lompatan Ekonomi NTB dalam Setahun: Dari Minus ke Dua Digit |
|
|---|
| Memuliakan vs Mensejahterakan: Pondasi yang Harus Ditegaskan Sejak Awal |
|
|---|
| Tumbuh 13,64 Persen Tapi Dibilang Rapuh: Salah Baca atau Salah Narasi? |
|
|---|
| Ranperda Sumbangan Pendidikan: Melegalkan Sesuatu yang Ilegal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Khalik-Ahsanul-25.jpg)